• Jumat, 19 Agustus 2022

The “Land of Harmony” Tagline Pariwisata Kabupaten Manggarai

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:39 WIB
Kiri Romo Ino Sutam, Kanan Kadis Pariwisata Manggarai, Ilfridus Buntanus saat acara talkshow dengan tagline Pariwisata Manggarai (Ist)
Kiri Romo Ino Sutam, Kanan Kadis Pariwisata Manggarai, Ilfridus Buntanus saat acara talkshow dengan tagline Pariwisata Manggarai (Ist)

MANGGARAI | Pariwisata menjadi prime mover ekonomi Kabupaten Manggarai. Karena itu ekonomi pariwisata membutuhkan kanal promotif. Tagline adalah salah satu kanal itu. Tagline Manggarai The “Land of Harmony” secara metodis mempromosikan pariwisata. Secara substansial, ia menunjukkan kekayaan dan keunikan budaya, religi, dan alam sebagai potensi pariwisata.

Secara axiologis, ia mengacu kepada kekuatan untuk mengsinergikan semua stakeholders, semua dimensi, dan semua unsur pariwisata. Land mengacu kepada tanah yang adalah unsur kosmos yang menjadi sumber kehidupan, keindahan, dan kedamaian. Land juga mengacu kepada Nuca Lalé, tanah pulau yang subur dan memberikan kelimpahan, dan akhirnya menghasilkan keharmonisan.

Baca Juga: Aksi Protes Para Pelaku Wisata tak Mampu Dibendung, Ini Tanggapan Anggota DPR-RI

Land juga mengacu ke kuni agu kalo, yaitu tanah kelahiran, kampung halaman, tanah tumpah darah Manggarai. Kuni agu kalo ini terdiri dari dua lingkaran, yaitu lingkaran dalam (wéngké oné) dan lingkaran luar (wéngké pé’ang). mbaru/gendang (rumah adat), béo/golo (kampung) di mana terdapat natas (halaman), compang (altar), uma/lingko (kebun), dan waé téku (sumber air). Sedangkan bagian luar terdiri dari lepa (makam, pekuburan), poco/puar (gunung/hutan), waé/sano (sungai/danau selain waé téku), satar (padang), dan nanga/tacik (pesisiran/laut).

Baca Juga: Stefanus Gandi Menilai Kenaikan Harga Tiket ke TNK Kental Otoritarianisme

Harmony mengacu kepada budaya, alam, dan religi dengan unsur-unsurnya menggambarkan kedamaian, keselarasan, dan keharmonisan dengan diri, sesama, alam, sejarah, dan Tuhan. Karena itu tagline Manggarai, the “Land of harmony” selain menjadi kanal promotif pariwisata Kabupaten Manggarai, dia juga menjadi spirit dan obat manjur untuk melawan dampak negatif pariwisata, serta mempertahan, mengembangkan, dan meningkatkan potensi pariwisata sehingga berbunga dan berbuah lebat.

Baca Juga: Boikot Layanan Pariwisata, Wisawatan Asing Dijemput dengan Mobil Pemda

Penjelasan akademis disusun oleh:

Inosensius Sutam,
Hironimus Canggung Darung, dan
Sebastianus Menggo

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiket 3,75 ke Pulau Komodo Berlaku 1 Januari 2023

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:32 WIB
X