• Jumat, 19 Agustus 2022

Stefanus Gandi: Kebijakan Ini Dipaksakan oleh Penguasa

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Stefanus Gandi (Facebook Stefanus Gandi)
Stefanus Gandi (Facebook Stefanus Gandi)

POSFLORES.COM | Pengusaha dan Politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN) Stefanus Gandi menilai bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah terkait kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo terkesan dipaksakan.

Ia menilai, kebijakan itu juga kental dengan nuansa otoritarianisme dan dilakukan tanpa memperhartikan dampaknya terhadap ekosistem pariwisata di Labuan bajo.

"Dinilai 'otoriter' karena terkesan kebijakan ini dipaksakan oleh penguasa," ungkapnya, dilansir dari laman Facebook Stefanus Gandi, Selasa, 02 Agustus 2022.

Lanjut Stefanus, kebijakan tersebut kontra dengan 'tagline' kawasan pariwisata 'super premium' yang pada akhirnya menghilangkan 'animo' pelancong untuk berlibur ke Labuan Bajo.

"Jangan lupa bahwa maksud dan tujuan dari pembangunan infrastruktur pariwisata yang begitu besar di Labuan Bajo adalah untuk meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan," tegas Stefanus.

Lebih lanjut Stefanus melihat dampak buruk yang akan terjadi jika buntut dari kenaikan harga tarif masuk itu wisatawan yang hendak berkunjung tidak jadi datang.

"Jika kemudian terjadi penurunan kunjungan wisatawan/'tourist', maka tentu saja akan berdampak pada roda perekonomian daerah dan masyarakat," ungkap Stefanus.

Stefanus juga menegaskan, kebijakan tersebut seharusnya didahului dengan kajian yang komprehensif yang melibatkan semua 'stakeholder' yang berkepentingan, sosialisasi berjenjang dan masa transisi yang cukup.

Namun, kenyataan yang diperlihatkan ialah pemerintah sewenang-wenang membuat kebijakan, sehingga dinilai otoriter dan dipaksakan.

Halaman:

Editor: Yon Sahaja

Tags

Terkini

Tiket 3,75 ke Pulau Komodo Berlaku 1 Januari 2023

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:32 WIB
X