• Selasa, 16 Agustus 2022

Terkait Kekosongan Wabup Matim, Ketua DPR: Kita Harus Ikut Mekanisme

- Kamis, 14 April 2022 | 16:08 WIB
Ketua DPRD Matim, Heremias Dupa (Foto: Ist)
Ketua DPRD Matim, Heremias Dupa (Foto: Ist)

MANGGARAI TIMUR | Kursi Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang kini masih kosong rupanya tak akan terisi secepat mungkin.

Ada beberapa mekanisme yang harus dilalui agar dapat menemukan figur yang cocok sesuai ketentuan perundang–undangan yang berlaku.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Matim, Heremias Dupa kepada media ini menjelaskan, mekanisme pengisian kekosongan ini dimulai dari rapat paripurna istimewa untuk mengumumkan pemberhentian Alm. Jaghur Stefanus dari jabatannya.

Baca Juga: Ini Kata Heremias Dupa Terkait Masalah Tapal Batas Matim-Ngada

"Tahapan awal (Paripurna istimewa) itu sudah kita lakukan kemarin," ujar Heremias, Kami (14/04/2022) pagi.

Tahapan selanjutnya, kata Heremias, pimpinan DPRD mengirimkan surat resmi ke Menteri dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur NTT terkait pemberhentian Jaghur Stefanus dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Matim.

"Selanjutnya, partai pengusung wajib merekomendasikan kandidat untuk mengisi kekosongan ini. Kita harus ikuti betul mekanisme ini," tambahnya.

Baca Juga: Lucius Modo Serahkan Palu Pimpinan DPRD Kepada Heremias Dupa
Katanya, kalau proses–proses ini berjalan normal maka kekosongan Wakil Bupati Matim dapat berakhir pada bulan Mei mendatang.

"Nanti DPRD melalui Badan Musyawarah (Bamus) membuat jadwal dan mekanisme pemilihan. Tentu akan ada panitia pemilihan. Yang paling penting adalah setelah Surat Keputusan (SK) penetapan pemberhentian keluar, partai pengusung duduk dan berdiskusi terkait kandidat–kandidat yang bisa menjadi Wakil Kepala Daerah yang bisa mencapai target RPJMD," tambahnya lagi.

Terkait dirinya yang disebut–sebut sebagai figur yang berpotensi menjadi Wakil Bupati Matim menggantikan Alm. Jaghur Stefanus, Heremias mengaku belum berpikir hingga ke arah itu.

Baca Juga: Wagub NTT Pantau Pembangunan Rusun dengan Pagu Rp14,7M di Seminari Mataloko

Katanya, saat ini Ia masih fokus menyurati Kementrian dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur NTT terkait SK pemberhentian Jaghur Stefanus.

"Tidak bagus kalau kita diskusi pengisian kekosongan kursi Wabup Matim ini sebelum 40 malam Alm. Jaghur Stefanus," katanya.

Editor: Ignasius Tulus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prabowo Subianto Nyatakan Maju Capres, Siapa Wakilnya?

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:40 WIB

Gubernur NTT Lantik Domu Warandoy Jadi Sekda

Rabu, 13 Juli 2022 | 16:44 WIB
X