• Jumat, 19 Agustus 2022

Tidak Sesuai dengan Ajaran Agama Katolik, Kemenag Minta Buku PPKN SMP Kelas VII Ditarik Kembali

- Kamis, 28 Juli 2022 | 06:58 WIB
Surat Kemenag  (IST.)
Surat Kemenag (IST.)


JAKARTA | Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyurati Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Surat bernomor P-1754/DJ.V/PP.00.2/07/2022 tersebut diterbitkan pada tanggal 26 Juli 2022.
Surat tersebut bertujuan meminta pihak Pusat Kurikulum dan Perbukuan untuk melakukan koreksi atas isi buku PPKN SMP kelas VII.

BACA JUGA: Kenaikan Tarif Masuk ke TNK, Gereja Katolik Keuskupan Ruteng Tegaskan 6 Poin

Berikut isi surat kemenag tersebut:

Memperhatikan Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII, penulis Zaim Uchrowidan Ruslinawati, penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, beralamat di Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 4 Jakarta Pusat, Cetakan Pertama Tahun 2021 dengan ISBN 978-602-244-312-4 (jilid lengkap), ISBN 978-602-244-313-1 (jillid 1), dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pada Bab IV huruf D nomor 3 halaman 79 buku tersebut tertulis, "Agama Katolik ... Abad ke-16. Tuhannya sama dengan Kristen Protestan, yakni Trinitas Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus. Kitab sucinya juga Injil. Dengan peribadatan tersendiri berbeda dengan Protestan, umat Katolik wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja Katolik."

BACA JUGA: Gereja Katolik Keuskupan Ruteng: Momentum Kenaikan Tiket Tersebut Kuranglah Tepat

Terhadap kalimat ini, disampaikan koreksi:

a. Tidak sesuai dengan Ajaran Agama Katolik;

b. Referensi yang digunakan tidak ada yang bersumber dari buku keagamaan Katolik;

Halaman:

Editor: Yon Sahaja

Tags

Terkini

X