• Selasa, 16 Agustus 2022

Makna Cinta Menurut Soren Kierkegaard Dalam Bingkai Ruang dan Waktu

- Rabu, 29 Juni 2022 | 07:12 WIB
 (Dokpri )
(Dokpri )

Oleh: ADERITO BORGES MAIA


Abstraksi

Manusia tidak bisa lari dan menghindar dari apa yang dinamakan dengan cinta. Dengan cinta manusia bisa mengenal dan mengerti apa itu kehidupan. Manusia lahir karena cinta dan akan terus berjalan demikian sampai ruang dan waktu dinyatakan sudah selesai. Cinta itu sendiri hanya akan hadir jika ada hubungan antara dua pribadi baik yang lawan jenis dan hahkan yang sama jenis (kelamin). Semua makhluk hidup memiliki cinta tetapi berbeda dalam cara pengungkapannya.

Cinta itu sendiri memiliki maknanya. Makna cinta merupakan pemberian cinta kepada seseorang tanpa mengharapkan balasannya. Selain itu, makna cinta juga dianggap sebagai ketulusan seseorang untuk membahagiakan orang lain. Dan cara untuk mengungkapkan cinta itu tergantung pada bagaimana seseorang menunjukkan cintanya. Cinta tidak bisa dianggap remeh atau dianggap tidak memiliki manfaat. Jika terus demikian maka hidup akan berada dalam suatu persoalan yang berat.

Cinta memiliki daya yang besar dan kuat dalam proses pengembangan diri, proses pengembangan psikologi dari setiap insan yang hidup, karena dengan cinta orang bisa memperhalus perasaan, dengan cinta orang mampu melatih kesabaran, dengan cinta orang mampu memberi motivasi dan dengan cinta pula oang mampu untuk menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain.

Kata Kunci: Cinta, Ruang dan waktu.

Pendahuluan

Berbicara tentang cinta, banyak sekali orang yang berpendapat tentang cinta. Misalnya seperti Soren Kierkegaard yang  dari semua tulisan Kierkegaard yang ia publikasikan, karyanya yang berjudul Works of Love Memberikan inspirasi yang cukup besar untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal penting dapat perhatian adalah latar belakang kehidupan Kierkegaard yang kental dengankehidupan kristiani berpengaruh besar pada tulisan-tulisan dan pemikirannya termasuk dalam pembentukkan makna cinta menurut dirinya. 

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Artikel Terkait

Terkini

Maju Mundurnya Badan Usaha Milik Desa

Sabtu, 30 Juli 2022 | 07:03 WIB

Pendidikan Bagi Pengembangan Diri

Rabu, 27 Juli 2022 | 08:41 WIB

Santo Yosef yang Kreatif

Jumat, 22 Juli 2022 | 14:02 WIB

Digitalisasi Desa Menuju Smart Village

Sabtu, 16 Juli 2022 | 07:01 WIB

Ruang dan Waktu Sebagai Fondasi Peradaban

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:31 WIB
X