• Selasa, 5 Juli 2022

Organisasi Mahasiswa dan Urgensi Kepemimpinan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 09:03 WIB
 (Dokpri )
(Dokpri )

Oleh: ERNESTUS HOLIVIL*

 

“Salah satu senjata untuk merebut kekuasaan adalah melalui organisasi (Vladimir Lenin)

Pada Kamis, 16 Juni 2022, Kelompok Diskusi Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang menyelenggarakan kegiatan webinar via zoom. Diskusi ini dilaksanakan dengan tema besar, “Organisasi Mahasiswa dan Urgensi Kepemimpinan.”

Mereka meminta saya untuk menjadi narasumber, selain berbagai ilmu organisasi, serentak pada saat yang sama diminta untuk berbagai pengalaman-pengalaman hidup berorganisasi. Semua diskusi itu dirampung melalui opini singkat ini, tentang organisasi dan kepemimpinan.

Di bagian pengantar diskusi, saya mengajak semua pastisipan diskusi untuk membaca konteks atau keadaan sekarang. Bahwasannya, Dunia sekarang ini dihadapkan dengan kompleksitas masalah. Mulai dari masalah ekonomi sebagai akibat dari meledaknya Covid-19, hingga rusaknya kehidupan sosial di tengah kehidupan masyarakat sebagai akibat dari ketimpangan relasi ekonomi dan praktik politik dunia yang amburadul.

Persaingan ekonomi politik global yang semakin merusak itu terpaksa membuat banyak manusia teralienasi dari hidup bahagianya. Belum lagi perang militer antara negara yang tak kunjung henti, membuat masyarakat  dunia terjebak dalam apa yang disebut sebagai fobianisme, rasa takut berlebihan.

Di Indonesia, juga dihadapkan pada situasi yang sama. Dari meroketnya jurang kemiskinan sebagai akibat dari banalitas pembangunan kapitalisme kontemporer, kita juga dihadapkan dengan masalah gejolak sosial dan deformasi politik; kita mengalami apa yang disebut sebagai erosi demokrasi. Alih-alih menyebutnya dengan istilah regresi demokrasi, atau resesi demokrasi, atau bahkan dekonsolodasi demokrasi. Dengan kata lain, demokrasi kita mengalami disorientasi dan kemunduran makna yang luar biasa.

Kalau kita melihat perkembangannya, sejak era orde baru hingga reformasi kini, ada empat tantangan, sekaligus ancaman besar bagi proses demokrasi di Indonesia, yakni radikalisme, komunisme, separatisme, dan korupsi. Keempat masalah tersebut hampir belum jelas, kapan bisa diselesaikan secara tuntas. Para elit atau penguasa kita belum mendiskusikan masalah-masalah ini secara serius. Mereka justru terjebak dan menjadi bagian dari masalah-masalah tersebut. Masih banyak elite kita yang belum bebas dari berbagai kasus radikalisme dan korupsi.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ruang dan Waktu Sebagai Fondasi Peradaban

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:31 WIB

Konsep Kausalitas Perspektif David Hume

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:22 WIB

Konsep Ruang dan Waktu dalam Sejarah

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:33 WIB

Menelaah Teori Evolusi Charles Darwin

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:15 WIB

Ruang dan Waktu dari Perspektif Immanuel Kant

Selasa, 28 Juni 2022 | 16:31 WIB

Teori Evolusi Perspektif Charles Darwin

Selasa, 28 Juni 2022 | 08:33 WIB

Ensensi Konsep Ruang dan Waktu Isaac Newton

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:11 WIB

Memahami Teori Evolusi Perspektif Charles Darwin

Jumat, 24 Juni 2022 | 16:25 WIB

Prognosis Saat Akhir Kosmos

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:37 WIB

Organisasi Mahasiswa dan Urgensi Kepemimpinan

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:03 WIB

Kritik Atas Teori Darwinsme

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:40 WIB
X