• Jumat, 19 Agustus 2022

Antisipasi Serangan Siber, Indonesia Dorong Tata Kelola Data Lintas Negara

- Senin, 1 Agustus 2022 | 12:15 WIB
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi (Humas Kominfo )
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi (Humas Kominfo )

JAKARTA | Peningkatan pemanfaatan teknologi digital berbasis data mengakibatkan pertukaran arus data mengalir melampaui batas-batas negara. Menurut Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi, kondisi itu meningkatkan risiko serangan siber.

Data UNCTAD pada tahun 2021 memproyeksikan peningkatan lalu lintas data bulanan global dari 230 exabytes per bulan pada tahun 2020 menjadi 780 exabytes per bulan pada tahun 2026 atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam kurun waktu 6 tahun.

Baca Juga: Serap Aspirasi, Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja Gelar Workshop di Bandung

"Forum Ekonomi Dunia di tahun 2022 memperkirakan, dalam kurun waktu satu menit, sebanyak 197,6 juta email telah tertukar, 69 juta pesan Whatsapp dikirimkan, dan 500 jam konten YouTube diunggah," tuturnya dalam Hukumonline International Law Webinar Series 2022 dari Jakarta Pusat, pada Kamis (28/07/2022).

Seiring dengan peningkatan arus data yang eksponensial ini, risiko serangan siber pun ikut meningkat. Seperti serangan ransomware meningkat 105% sepanjang tahun 2020 dan lebih dari tiga kali lipat jumlah serangan pada tahun 2019.

Baca Juga: Menko Airlangga Ajak seluruh Jajaran Terus Berikan yang Terbaik Bagi Bangsa dan Negara

"Serangan siber terhadap perusahaan meningkat sebanyak 31% dari tahun 2020 ke 2021 dengan jumlah serangan per perusahaan dengan rata-rata 206 serangan per tahun menjadi 270 serangan di 2021," jelasnya.

Di tengah laju arus data yang bergerak semakin cepat dan juga risiko yang mengikuti, Pemerintah Republik Indonesia berupaya meningkatkan pemahaman praktik tata kelola data agar mampu memfasilitasi arus data di tingkat regional maupun global yang interoperable dan terpercaya (trusted).

Baca Juga: Upaya Antisipasi Krisis Energi, Indonesia Dorong Fasilitasi Ekspor Gandum dan Pupuk Rusia melalui Laut Hitam

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riwayat Pendidikan dan Agama Brigadir J

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Sosok Vera Simanjuntak Kekasih Hati Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Atlet Difabel yang Berprestasi Dilantik jadi PNS

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB
X