• Jumat, 19 Agustus 2022

Bertemu Pimpinan LDP, Menko Airlangga Bahas Banyak Hal

- Kamis, 28 Juli 2022 | 22:35 WIB
Menko Airlangga  (Ekon.go.id)
Menko Airlangga (Ekon.go.id)

 

JEPANG- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerja di Jepang menyempatkan untuk mengadakan pertemuan terbatas dengan Ketua Partai Liberal Demokrat Jepang, Tatsuo Fukuda di Hotel Imperial, Tokyo Jepang (26/07).

Pada kesempatan tersebut, keduanya penting bahwa Kerjasama Pemerintah adalah hal yang sangat penting, namun Kerjasama Partai juga penting untuk mendukung efektifitas pemerintahan.

Sejumlah isu penting dibahas dalam pertemuan selama hampir 1 jam itu, antara Menko Airlangga dengan anggota Parlemen Jepang tersebut.

Menko Airlangga menjelaskan, Pertemuan tersebut juga untuk membahas dari segi politik terkait kebijakan yang akan berpihak pada investasi dan perdagangan antara Jepang dan Indonesia, terkait berbagai skema kerjasama bilateral dan multilateral, baik itu mengenai IJEPA, RCEP, maupun IPEF serta momen yang sangat baik Keketuaan Indonesia bersamaan dengan 50 Tahun Persahabatan ASEAN - Jepang pada tahun 2023.

Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) saat ini sedang dalam tahap penyelesaian untuk perubahan Protokol General Review (GR) IJEPA. Presiden Indonesia dan PM Jepang telah mengumumkan penyelesaian General Review IJEPA pada Pertemuan Pemimpin G20 di Osaka, Jepang tahun 2019. Harapannya, penyelesaian kesepakatan ini akan selesai sebelum pertemuan KTT G20 di Bali, November mendatang.

“Salah satu isu yang masih diminati adalah permintaan Indonesia atas akses pasar untuk ekspor tuna kaleng ke Jepang. Saat ini tarif ekspor produk Indonesia masih relatif tinggi. Ini yang sedang kita perjuangkan,” ujar Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Fukuda didampingi oleh Bapak Arata Takebe, Menteri Negara Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Menyinggung mengenai ekspor produk perikanan, pemerintah Indonesia menginginkan Jepang agar dapat menurunkan atau menurunkan tarif Bea Masuk atas produk perikanan Indonesia menjadi 0% telah dinikmati beberapa negara ASEAN (seperti Thailand dan Vietnam), di mana saat ini Indonesia masih dikenakan tarif yang lebih tinggi.

Produk pertanian dan perikanan Indonesia sangat potensial untuk masuk ke pasar Jepang. Di sektor pertanian, khususnya komoditas buah tropis, Jepang saat ini masih bergantung kepada suplai buah luar negeri. Produksi buah di Jepang baru memenuhi 39% dari demand domestik. Sementara, ekspor buah tropis Indonesia ke Jepang, melalui IJEPA telah dapat mengekspor Pisang, Nanas dan Bunga potong krisan ke Jepang dengan kuota yang masih relatif sangat kecil, untuk ekspor Pisang sebesar 3.000 ton dan Nanas 1.800 ton per tahun.

Pemerintah Indonesia juga tengah mendorong pembukaan akses pasar, untuk buah tropis Indonesia ke Jepang, khususnya buah Mangga, yang saat ini terkendala persyaratan Bebas Lalat Buah. Sementara Jepang meminta dapat dilakukan dengan penggunaan Vapor Heat Treatment (VHT) yang masih belum bisa dipenuhi Indonesia.

Halaman:

Editor: Ferdinandus Lalong

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riwayat Pendidikan dan Agama Brigadir J

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Sosok Vera Simanjuntak Kekasih Hati Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Atlet Difabel yang Berprestasi Dilantik jadi PNS

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB
X