• Selasa, 16 Agustus 2022

Siapkan Rp 1,5 Kuadriliun Uni Eropa Bangun Kembali Ukraina

- Senin, 4 Juli 2022 | 21:47 WIB
Kondisi Kota-kota di Ukraina  (Reuters AAA )
Kondisi Kota-kota di Ukraina (Reuters AAA )

JAKARTA- Bank Investasi Eropa (EIB) sebagai badan pemberi pinjaman Uni Eropa, mengusulkan struktur pendanaan untuk membantu membangun kembali Ukraina dengan permodalan hingga 100 miliar euro atau sekitar Rp 1,5 kuadriliun. Pembiayaan tersebut sebelumnya digunakan di tengah pandemi Corona.

Menurut Reuters yang dikutip Senin, 4 Juli 2022, Dana Perwalian Gateway UE-Ukraina atau E-U GTF, akan berupaya mendapatkan kontribusi awal sebesar 20 miliar euro dari negara-negara Uni Eropa. Anggaran ini dalam bentuk hibah, pinjaman dan jaminan.

Dokumen itu menyatakan, jaminan, khususnya, akan memiliki efek pengganda bagi sekitar setengah dari kebutuhan Ukraina yang lebih mendesak. Adapun paket 100 miliar euro itu diprioritaskan sebagai proyek infrastruktur.

Proposal EIB akan diumumkan pada Senin, tepat hari pertama Konferensi Internasional Pemulihan Ukraina di Swiss. Pertemuan itu bertujuan untuk menyediakan sumber daya bagi Ukraina dan membantu pemulihan pasca perang.

EIB mengusulkan dana yang akan bekerja seperti yang digunakan dalam pandemi COVID-19 untuk menjamin pembiayaan bagi perusahaan kecil dan menengah. Dana itu memungkinkan 25 miliar euro yang mengarah ke jumlah 200 miliar euro terkumpul.

E-U GTF dapat berkontribusi untuk membangun kembali jembatan atau merenovasi layanan air atau air limbah, terutama untuk kota-kota yang populasinya telah berkembang karena migrasi dari bagian lain Ukraina sejak invasi Rusia 24 Februari ke negara itu.

Proyek juga dapat berfokus pada memfasilitasi ekspor Ukraina atau pada energi dan infrastruktur digitalnya. EIB atau bank pembangunan seperti KfW atau DFC akan dapat menarik dana atau jaminannya untuk investasi yang diawasi.

Dana tersebut juga dirancang untuk mendorong bisnis swasta yang kemungkinan akan melihat pembiayaan investasi di Ukraina terlalu berisiko. Menggunakan instrumen yang serupa dengan yang digunakan sebelumnya berarti memungkinkan pendanaan diterapkan lebih cepat, sehingga investasi awal mungkin disetujui pada akhir tahun. Langkah ini juga diharapkan dapat memicu pihak lain untuk berkontribusi dan dapat dengan mudah ditingkatkan.

Komisi Eropa harus terlebih dahulu memberikan persetujuannya, dengan mayoritas negara Uni Eropa kemudian harus menyetujui rencana tersebut. Negara-negara Uni Eropa selanjutnya akan memutuskan apakah akan berkontribusi pada dana tersebut.

Halaman:

Editor: Ferdinandus Lalong

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riwayat Pendidikan dan Agama Brigadir J

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Sosok Vera Simanjuntak Kekasih Hati Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Atlet Difabel yang Berprestasi Dilantik jadi PNS

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Kasus Tewasnya Brigadir J, Sudah Ada Tersangka Ketiga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:38 WIB
X