• Selasa, 16 Agustus 2022

Rusia Kutuk Finlandia dan Swedia Undang ke NATO

- Kamis, 30 Juni 2022 | 18:32 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin  (Reuters AAA )
Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters AAA )

MOSKOW - Para pejabat Rusia bereaksi dengan kemarahan terhadap tawaran keanggotaan NATO ke Finlandia dan Swedia. Mereka menyebutnya sebagai upaya "mengganggu stabilitas" yang akan meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

"Kami mengutuk tindakan Aliansi Atlantik Utara yang tidak bertanggung jawab yang merusak arsitektur Eropa, atau apa yang tersisa darinya," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

"Saya sangat ragu apakah periode mendatang akan tenang bagi tetangga kami di Eropa utara," tambahnya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (30/6/2022).

Keputusan itu menyusul invasi Rusia ke Ukraina, yang telah mendorong tetangga Rusia untuk mengajukan diri ke NATO untuk jaminan keamanan tambahan. Beberapa orang mengatakan bahwa Rusia akan menargetkan negara-negara di Eropa timur dan utara yang telah mengutuk perang dan bergabung dengan upaya bantuan dan sanksi internasional.

Para pejabat Rusia telah mengabaikan argumen bahwa mereka harus disalahkan atas perluasan NATO yang didorong oleh invasi, serta keputusan NATO untuk mengerahkan pasukan siap tempur tambahan yang kuat di sisi timurnya.

Reaksi Cepat hingga 300 Ribu Personel “Pada akhirnya, (Finlandia dan Swedia) akan mendelegasikan beberapa kedaulatan politik dan pertahanan asing mereka ke Washington dan apa yang disebut mitra senior NATO lainnya,” kata Ryabkov, menyebutnya “penutup” untuk “niat agresif” aliansi tersebut terhadap Rusia.

“Konsep strategis baru akan diadopsi, dan Rusia akan ditetapkan sebagai ancaman bagi aliansi. Ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata; aliansi itulah yang menjadi ancaman bagi kita,” ia menambahkan. Sebuah komunike yang diterbitkan pada pertemuan puncak NATO di Madrid mengatakan bahwa aksesi Finlandia dan Swedia akan membuat mereka (sekutu) lebih aman, NATO lebih kuat dan kawasan Euro-Atlantik lebih aman". Namun di Rusia, berita itu disambut dengan dingin.

Konstantin Kosachev, anggota Dewan Federasi Rusia, mengatakan bahwa masuknya Finlandia dan Swedia ke dalam NATO pasti akan memperburuk hubungan antara kedua negara ini dan Rusia.

Sejak Perang Dingin Dia mencatat bahwa Finlandia dan Rusia berbagi perbatasan darat yang panjang, sementara Rusia dan Swedia memiliki kepentingan bersama di wilayah Laut Baltik dan Laut Barents.

“Semua ini pasti akan berubah menjadi lebih buruk, dan jelas bukan atas inisiatif Rusia,” katanya. "Ini hanya bisa disesali," ia menambahkan.

Masuknya kedua negara ke dalam NATO akan berarti berakhirnya status quo selama beberapa dekade yang membuat Finlandia, khususnya, mempertahankan tingkat netralitas selama perang dingin untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Uni Soviet.

Seminggu sebelum keputusan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa mereka akan memutuskan hubungan dengan sebuah LSM Finlandia dan melarang dua organisasi Swedia, Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Swedia dan Institut Swedia.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian menuduh organisasi tersebut berfokus pada upaya untuk mengacaukan masyarakat Rusia.

Halaman:

Editor: Ferdinandus Lalong

Artikel Terkait

Terkini

Riwayat Pendidikan dan Agama Brigadir J

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Sosok Vera Simanjuntak Kekasih Hati Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Atlet Difabel yang Berprestasi Dilantik jadi PNS

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Kasus Tewasnya Brigadir J, Sudah Ada Tersangka Ketiga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:38 WIB
X