• Selasa, 16 Agustus 2022

Berkunjung Ke Ukraina, Presiden Jokowi Masuk Melalui Polandia

- Selasa, 28 Juni 2022 | 20:29 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo bersalaman dengan Presiden AS Joe Biden saat bertemu dengan para pemimpin G7 di Schloss Elmau, Jerman.  (Screenshot Facebook Presiden Joko Widodo A A A)
Presiden Indonesia Joko Widodo bersalaman dengan Presiden AS Joe Biden saat bertemu dengan para pemimpin G7 di Schloss Elmau, Jerman. (Screenshot Facebook Presiden Joko Widodo A A A)

MUNICH - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi Ukraina , negara yang sedang diinvasi Rusia , dalam beberapa hari ini.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan presiden akan melakukan perjalanan ke Ukraina melalui Polandia. Dalam press briefing yang disampaikan melalui video dari Munich, Menlu Retno tidak merinci melalui jalur apa kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina. Dia juga tidak merinci lokasi kunjungan presiden.

"Presiden akan meneruskan perjalanan ke Ukraina melalui Polandia," kata Retno dalam press briefing yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Selasa (28/6/2022).

Dikatakan Menlu Retno, Presiden Jokowi telah selesai melakukan rangkaian pertemuan dalam rangka KTT G7 and Partner Countries yang diselenggarakan di Elmau, sekitar 113 km dari Munchen.

"Dalam KTT kali ini, G7 mengundang Indonesia, India, Senegal, Afrika Selatan dan Argentina sebagai partner countries," ujar Retno.

Pemimpin Indonesia, menurut Retno, telah menghadiri dua sesi pertemuan. Sesi pertama, dilakukan dalam bentuk working lunch, di mana statement Jokowi difokuskan pada isu energi.

"Sesi kedua, working session, di mana Presiden memfokuskan statement pada isu pangan," paparnya.

Dalam pernyataan di sesi pertama, Jokowi menyinggung masalah energi dan perubahan iklim. Menurutnya, bagi rakyat Indonesia dan di negara berkembang lainnya, resiko perubahan iklim sangatlah nyata.

"Komitmen dan upaya Indonesia untuk perubahan iklim dan transisi energi sangat jelas," katanya.

Untuk sesi kedua, Jokowi memfokuskan pada isu pangan. Menurutnya, rakyat di negara berkembang terancam kelaparan dan jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem. Menurut data World Food Programme, 323 juta orang di tahun 2022 ini menghadapi kerawanan pangan akut.

Halaman:

Editor: Ferdinandus Lalong

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riwayat Pendidikan dan Agama Brigadir J

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Sosok Vera Simanjuntak Kekasih Hati Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Atlet Difabel yang Berprestasi Dilantik jadi PNS

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Kasus Tewasnya Brigadir J, Sudah Ada Tersangka Ketiga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:38 WIB
X