• Jumat, 20 Mei 2022

Tujuh Pasukan Para Raider 501 Menerima Penghargaan Usai Berhasil Menyerbu Markas OPM

- Kamis, 12 Mei 2022 | 17:54 WIB
Pasukan Yonif Para Raider 501 (Istimewa )
Pasukan Yonif Para Raider 501 (Istimewa )

JAWA TIMUR -- Ada kabar baik datang dari Madiun, Jawa Timur. Panglima Divisi 2 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Tentara Nasional Indonesia, Mayor Jenderal TNI Dwi Wahyu Winarto baru saja menganugerahi penghargaan kepada tujuh prajurit pasukan Para Raider Burung Alap-alap.

Berdasarkan siaran resmi Divisi 2 Kostrad sebagaimana dikutip Posflores.com dari VIVA Militer, pada Rabu (11/05/2022), Mayjen TNI Dwi menyerahkan penghargaan kepada prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha karena keberhasilan mereka selama bertugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Penyangga Mobile RI-Papua Nugini.

Baca Juga: Puan Maharani Tegaskan Pelayanan Bagi Pemudik di Sisa Arus Mudik Lebaran Harus Optimal

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Rabu, 11 Mei 2022 - 15:11 WIB
Judul Artikel : "Nasib Baik 7 Prajurit Elite Kostrad TNI Penyerbu Markas Jenderal OPM"

Bertempat di lapangan Markas Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha, Mayjen TNI Dwi menyerahkan penghargaan kepada 7 prajurit TNI berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

"Penghargaan yang diberikan kepada prajurit di daerah operasi memang layak diberikan apresiasi atas dedikasi dan pengorbanan para prajurit yang dianggap melebihi panggilan tugas. Jadikan ini sebagai motivasi untuk lebih baik ke depannya, jangan berpuas diri dan tetap berusaha lebih baik lagi," kata Mayjen TNI Dwi.

Baca Juga: Berat Badan 275 Kg, Pria Ini Anjlok Bersama Lift

Ketujuh prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha yang bernasib baik itu mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat karena keberanian dan keberhasilan mereka dalam penyerbuan ke sarang separatis bersenjata OPM Papua, pimpinan Jenderal Lekkagak Telenggen.

Menurut Mayjen TNI Dwi ketujuh prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha itu melakukan penyerbuan karena tergabung dalam Tim Khusus Operasi Pinang Sirih 3. Dalam operasi itu, ketujuh prajurit Kostrad TNI melumpuhkan tiga anggota OPM dengan menyita senjata api beserta munisi dan perlengkapan perang lainnya. Ketiga anggota OPM itu tewas dan penyerbuan cepat dan senyap tersebut.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Sumber: viva.co.id, Bayu Adi Wicaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X