• Jumat, 20 Mei 2022

Tahapan Pemilu 2024 Segera Dimulai, KPU Butuh Anggaran Triliun Rupiah

- Rabu, 27 April 2022 | 20:48 WIB
Ilustrasi (Foto: Net)
Ilustrasi (Foto: Net)

JAKARTA | Tahapan menjelang pelaksanaan Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang akan segera dimulai tahun 2022 ini.

Untuk memulai tahapan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membutuhkan anggaran 8 triliun dari total anggaran 76,6 triliun ditahun 2022 ini.

Anggota KPU, Yulianto Sudrajat menjelaskan, pihaknya membutuhkan anggaran sebanyak itu untuk kegunaan saat proses pendaftaran partai politik (parpol) yang akan dilakukan pada Agustus, hingga verifikasi parpol, dan pembentukan badan ad-hoc.

Baca Juga: Kader Hanura Siap Maju di Pilkada Manggarai 2024

"Tahun anggaran 2022, dari Rp 76,6 triliun, nah ini Rp 8 triliun yang cair tahun ini," ujar Yulianto di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (26/4/2022) seperti dikutip dari Kompas.com.

Untuk itu, pihaknya berharap DPR dan pemerintah bisa segera melakukan pembahasan peraturan KPU (PKPU) mengenai tahapan, jadwal, dan program.

Disampaikan Yulianto, PKPU tersebut akan menjadi dasar untuk penetapan anggaran Pemilu 2024 mendatang.

"Yang penting tahapannya selesai dulu, itu sebagai basis anggaran keluar. Urutannya kan begitu. Tidak anggaran dulu. Tahapan ini nanti diputuskan KPU, diketok, baru kita bicara anggaran, tapi kita sudah siapkan semua," ujar Yulianto.

Ia pun mengatakan, hingga saat ini internal KPU masih melakukan perhitungan terkait kemungkinan efisiensi anggaran.

Baca Juga: Info Terkini Pilkada Manggarai, H2N Tetap di Puncak

Beberapa efisiensi yang diperkirakan mungkin dilakukan yakni terkait anggaran perbaikan gedung hingga pembelian beberapa tanah kabupaten/kota dan provinsi yang sebenarnya telah dialokasikan.

"Itu terus kita hitung, tapi kita cermat ya. Dari Rp 76,6 triliun ini mudah-mudahan segera ketemu angka besaran yang kita ajukan lagi kepada DPR," jelas Yulianto.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sempat meminta agar penyusunan anggaran Pemilu 2024 dilakukan secara efektif dan efisien.

Ia menilai, efisiensi anggaran penting dilakukan lantaran anggaran pemilu mendatang melonjak cukup besar dibandingkan dengan anggaran pemilu sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah masih membutuhkan biaya yang besar untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan akan berakhir pada saat pemilu digelar.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo telah berpesan agar pemerintah membahasnya secara cermat dengan DPR dan Komisi Pemilihan Umum.

"Kita juga masih dalam tahap recovery ekonomi, pemulihan ekonomi, banyak juga yang terdampak saya kira yang menganggur dan lain-lain," ujar Tito dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Rabu (13/4/2022).

Editor: Ignasius Tulus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X