• Selasa, 16 Agustus 2022

Banteng Cup, Merawat Amal di Lapangan Futsal (2)

- Minggu, 19 Desember 2021 | 18:28 WIB
IMG-20211218-WA0004
IMG-20211218-WA0004

Oleh: Kanis Lina Bana


MANGGARAI TIMUR -- Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Manggarai Timur selalu bikin kejutan. Kejutan itu bukan kebetulan. Bukan pula sekadar menawar asa agar terkesan merakyat. Apalagi mengharapkan balasan sepadan berupa sumbangan suara. Itu tidak. Sekali lagi tidak!

Kejutan-kejutan itu murni karena tanggung jawab kemanusiaan. Selimut kasih saling memperhatikan. Spirit yang menggerakkan pengabdian kepada sesama. Murni profetis keberpihakkan.

Sebab berpartai bukan urusan kekuasaan semata. Tetapi bagaimana tugas pelayanan benar-benar menjamah sesama di tengah masyarakatnya. Agar partai ada, hadir, dan untuk urusan “mengabdi” masyarakat. Bukan soal banyaknya, tetapi mutunya. Sebagaimana selalu diingatkan sang nakhoda DPC PDIP Matim, AKBP Purnawirawan, Marsel Sarimin, non mutla sed multum.

Karena itu bukan berlebihan atau sock pamer ketika partai moncong putih mulut busa ini selalu ramah beraras dalam tarikan napas semangatnya untuk “wong cilik”. Ini tentang abdi. Tentang kualitas pelayanan konkret. Bahwa kemudian ada ikutan perolehan dukungan politis masyarakat, misalnya, semua itu karena kepercayaan dan kebebasan hak hak masyarakat sendiri.

Sebut saja beberapa amal konkret racikan DPC PDIP Manggarai Timur. Ketika salah satu keluarga ketiban bencana kebakaran rumah di pelataran Selatan Watunggene sana, DPC PDIP Matim hadir “menjalarkan” harap. Menjunjung beban hidup korban lewat bantuan. Bantuan sembako. Bantuan itu kecil, tetapi setidaknya telah menunjukkan belarasa. Keprihatinan dan keberpihakkan.

Bagi sesama warga berkebutuhan khusus-ODGJ, DPC PDIP Matim datang “melayat” seraya menawarkan bantuan sembako 58 paket. Demikian juga warga yang sedang terhimpit keterbatasan dana melanjutkan pembangunan rumah adat di Golo Rongket dan Rana Mese, DPC PDIP Matim hadir mengujudkan bantuan. Dan untuk rumah adat-mbaru gendang yang belum memiliki meteran listrik seperti di Kantar, Wunis, dan Lena, DPC PDIP Matim datang menyapa seraya membantu mengadakannya.

Tidak itu saja. Bantuan beasiswa pendidikan hasil perjuangan anggota DPR RI Partai PDIP, Andreas Hugo Parera menyebar hampir di seluruh wilayah Manggarai Timur. PDIP dalam hierarki partai umumnya dan DPC PDIP Matim khususnya berselancar di tengah-tengah siswa dan masyarakatnya lalu mendaratkan bantuan.

Apa yang diamalbaktikan DPC PDIP Manggarai Timur bukan untuk dibanggakan. Bukan pula mau tampil beda. Apa yang dipersembahkan itu, semata-mata menegaskan demarkasi butir-butir amal yang sesungguhnya. Bahwa berpartai tidak sebatas narasi kaya akal ketika hajatan caleg dan pilkada hendak datang. Bukan pula mengais simpatik agar selalu mampir di bilik hati masyarakatnya.

DPC PDIP Matim justru mendaraskan syahadat pelayanan amalnya. Bahwa berpartai sesungguhnya adalah aksetuansi spirit dan keberpihakkan pengabdian yang nyata. Bukan simbolisme metefora dibelit kepentingan terselubung agar pesona dan daya pikat menyihir nalar tangkap warga. Bukan juga elus manja masyarakat agar terkesan akrab. Tetapi DPC PDIP Manggarai Timur menyatakan eksistensinya lebih luas dan sesungguhnya.

Karena itu selama periode kepemimpinan, AKBP Purnawirawan Marsel Sarimin, selalu merawat adanya keseimbangan pelayanan masyarakat. Dalam “jagat” keseimbangan yang sama itulah pentas kompetisi Futsal Banteng Cup I digelar sejak Jumat (17/12/2021) sampai Senin (21/12/2021).

Sebanyak 31 tim asal Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan Ende kini sedang “berlaga”. Berkompetisi dalam semangat penuh persaudaraan dan kekeluargaan.

Berkompetisi yang diutamakan di sana bukan percaturan skill dan emosi penuh tegangan, tetapi peragaan yang menggembirakan banyak warga. Dan di lapangan futsal bikinan DPC PDIP Manggarai Timur itulah jadi media mempertontonkan permainan indah. Terciptanya fair play. Bukan sebaliknya, jadi ruang transformasi energi eksesif hingga membetot adrenalin. Bukan itu. Yang diutamakan di sana adalah manifestasi permainan cantik yang menonjolkan semangat bela rasa bertenaga sebagai sesama saudara.

Meski kita sadari untuk suatu kompetisi apapun namanya-tak dapat dipungkiri adanya saluran energi seru penuh tegangan. Tetapi kompetisi futsal olahan DPC PDI Manggarai Timur menganut prinsip, rivalitas boleh-boleh saja. Tetapi, mengutip Marianus Kleden, dalam Dion DB Putra; Bola Itu Telanjang, Lamalera; 2010: Xiii, bahwa dalam kompetisi selalu berakhir dengan jebolnya batas-batas pemisah dan bergabungnya umat manusia dalam kebersamaan yang saling menghormati.

Dalam spirit rupa yang demikianlah, Ketua DPC PDIP Manggarai Timur, AKBP Purnawirawan Marsel Sarimin dalam sambutan pembukaan mengingatkan. Bahwa yang terutama terselenggaranya Banteng Cup I adalah media silahturahmi. Dalamnya ada tukar balik ilmu dan pengalaman di dunia olahraga. Kehadiran para pemain dan wasit dari kabupaten lain dimaknai sebagai bonus adanya transfer nilai di bidang olahraga futsal itu.

Selain itu, Banteng Cup I juga menjadi salah satu ruang jumpa bagi kaum milenial untuk saling belajar bagaimana seharusnya membentuk karakter dan memberdayakan potensi olahraga di NTT umumnya dan Manggarai Timur khususnya. Apalagi potensi atlet di Manggarai Timur sangat potensial. Sangat banyak. Yang terbatas hanya format dan ruang pembinaan bakat dan skill para atletnya. Dalam semangat membina dan saling belajar mengokohkan skill itu juga Futsal Banteng Cup I diselenggarakan.

Lebih jauh dari itu, pandemi Covid-19 yang telah meluluhlantahkan sendi sendi kehidupan manusia. Menggoyahkan kepercayaan. Resesi ekonomi yang tidak sedikit. Menyikapi gelora galau yang tidak enteng itu, DPC PDIP Matim mengelobarosi dalam kemasan yang nyata. Karenanya, dengan demikian kompetisi Futsal Banteng Cup I jadi resep kecil bermakna. Dalam kompetisi futsal itu juga serentak mengusung keutamaan berganda-multiplier effect. Tidak saja dunia olahraganya tetapi bidang ekonomi dan pariwisata juga. Meskipun kecil. Dan DPC PDIP Matim telah memulainya. Kerja nyata berdampak.

Sebentuk obsesi dampak ekonomi dan pariwisata produk event, misalnya, dapat kita pelajari dari apa yang telah dipraktekkan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas. Daerah tersebut berhasil selenggarakan 160 event dalam setahun. Baik event yang diprakarsai pemerintah daerah sendiri maupun pihak ketiga.

Pelajaran dari Banyuwangi itu juga Kompetisi Futsal Banteng Cup I digelar, serentak pleidoi moral politik keberpihakkan DPC PDIP Matim. (bersambung)

Editor: posflores33@gmail.com

Tags

Terkini

Riwayat Pendidikan dan Agama Brigadir J

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:14 WIB

Sosok Vera Simanjuntak Kekasih Hati Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:44 WIB

Atlet Difabel yang Berprestasi Dilantik jadi PNS

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45 WIB

Kasus Tewasnya Brigadir J, Sudah Ada Tersangka Ketiga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:38 WIB
X