• Jumat, 1 Juli 2022

Hujan dan Badai tak Surutkan Semangat Umat Nasrani di Matim Rayakan Paskah

- Minggu, 4 April 2021 | 10:50 WIB
IMG-20210404-WA0011
IMG-20210404-WA0011

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM -- Hampir sepekan curah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat kondisi iklim yang kurang bersahabat tersebut banjir bandang hingga pohon - pohon bertumbangan membatasi ruang gerak masyarakat di wiayah itu.

Namun, walau kondisi alam sedang buruk, hal itu tidak menyurutkan niat umat Nasrani mengikuti perayaan paskah yang jatuh pada tanggal 04 April 2021.

Seperti yang diceritakan Alfian Papu, umat Katolik dari Paroki St. Gregorius Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Alfian mengatakan, dirinya tetap mengikuti misa paskah di gereja walau hujan dan badai menghadang.

"Hujan bukanlah penghalang bagi kita untuk tetap merayakan hari raya paskah yang merupakan hari kebangkitan Kristus. Kalau kita kenang, hujan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kisah sengsara Yesus Kristus yang mati di salib. Dan saya bersyukur tetap bisa mengikuti misa dengan hikmat walau pakaian saya basah akibat kehujanan," jelas umat Paroki St.Gregorius Borong itu, Minggu, 04 April 2021.

Dikatakannya, dalam perkembangan teknologi pada abad ke - 21 ini umat bisa mengikuti perayaan paskah secara online. Apalagi hal tersebut juga diimbau pemerintah yang dikarenakan pandemi covid-19. Namun, menurutnya, ada makna tersendiri jika mengikuti perayaan paskah secara langsung di gereja.

"Memang saat hujan begini banyak yang dilema antara ke gereja atau hanya duduk diam di rumah sambil mengikuti prosesi misa secara online. Dan hal itu juga diimbau pemerintah karena adanya pandemi covid -19 yang masih menghantui. Namun bagi saya, menghadiri dan merayakan pesta paskah secara langsung merupakan suatu momen yang paling indah," tutup Alfian.

Cerita serupa datang dari Eman Siga, umat Stasi St. Theodorus Tanggo, Wilayah Paroki St. Gregorius Borong. Dikatakannya, meski hujan lebat dan angin kencang, dirinya tetap ke gereja.

"Kristus telah bangkit. Mari bangkit ke gereja merayakan kebangkitannya meskipun hujan dan angin. Selamat paskah tetap menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan," kata Eman.

Selain Eman, hal senada disampaikan umat Stasi St. Theodorus Tanggo lainnya,  Agnes Bate. Menurut Agnes, angin dan hujan sempat membuat dia bersama keluarga terlambat ke gereja. Dia bersyukur tetap merayakan kebangkita Kristus bersama umat yang lain di gereja.

"Saya senang dan gembira karena Kristus telah bangkit untuk kita semua. Semoga makna Paskah tercermin dalam kehidupan. Sehingga keharmonisan akan semkin terwujud dalam kehidupan keluarga, masayarakat dan bernegara," ucap Agnes.

Sekadar diketahui, menurut keterangan BMKG Kupang, cuaca buruk untuk wilayah NTT akan berpindah dari wilayah tersebut pada tanggal enam hingga tujuh April 2021 dan cuaca akan kembali normal setelahnya. (Ando)

Editor: posflores33@gmail.com

Terkini

Rusia Kutuk Finlandia dan Swedia Undang ke NATO

Kamis, 30 Juni 2022 | 18:32 WIB

Ini Daftar 23 Jenderal yang Tinggalkan TNI

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:27 WIB

Cara Pakai WhatsApp Tanpa Kuota Internet

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:53 WIB
X