• Jumat, 1 Juli 2022

Di Matim, Banyak Tanah Ulayat Diserahkan ke Pemda

- Jumat, 18 Desember 2020 | 16:45 WIB
IMG-20201218-WA0003
IMG-20201218-WA0003

 

BORONG, POSFLORES.COM--Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Timur, Lambertus Klau secara resmi menyerahkan 59 sertifikat tanah milik Pemda Matim.

Penyerahan sertifikat diterima langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Drs.Jaghur Stefanus, Kamis (17/12/2020) di ruang kerjanya.

Dalam sambutannya, Jaghur Stefanus menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPN Manggarai Timur yang telah membantu Pemda Manggarai Timur menerbitkan sertifikat tanah yang menjadi milik Pemda Matim.

"Berdasarkan data, Pemda Matim memiliki cukup banyak lahan yang telah diserahkan secara resmi oleh pemilik hak ulayat tanah, namun tidak diproses lebih lanjut dan hal ini kemudian menimbulkan persoalan yang cukup pelik di tengah masyarakat," katanya.

Dikatakan Jaghur, dulu pada masa pemerintahan Bupati Yoseph Tote, Pemda Matim juga menerima sertifikat tanah Pemda yang diproses oleh BPN Manggarai Timur. Penyerahan sertifikat kali ini kata Jaghur, adalah yang kedua kalinya sejak Matim terbentuk. Ia juga berharap BPN Matim bisa membantu untuk memproses beberapa sertifikat tanah yang sudah diserahkan masyarakat kepada Pemda Matim.

"Masih ada beberapa lahan yang telah diserahkan oleh masyarakat untuk pembangunan fasilitas umum yang belum diproses sertifikat kepemilikannya. Sangat diharapkan bantuan dan dukungan dari BPN Matim bekerja sama dengan instansi terkait untuk memproses dan menerbitkan sertifikat tanah tersebut," ungkapnya.

"Diharapkan pada tahun 2021 lahan-lahan milik Pemda Matim semuanya sudah memiliki sertifikat dan dapat gunakan untuk kegiatan pembangunan,” kata Jaghur.

Sementara itu, kepala BPN Matim Lambertus Klau menyampaikan bahwa sertifikat yang diserahterimakan berjumlah 59 buah sertifikat. Sertifikat tersebut terdiri dari 55 sertifikat yang merupakan bidang tanah yang melalui proses pendaftaran pertama kali dan 4 sertifikat merupakan bidang tanah yang melalui proses pemecahan hak.

Lambertus memberikan catatan penting yang harus diketahui bersama terkait penerbitan sertifikat tanah Pemda yaitu, jika Pemda melakukan pengadaan dan sertifikasi tanah maka harus memastikan tanah tersebut clean dan clear.

"Hal ini berarti bahwa tanah tersebut harus sesuai dengan tata ruang wilayah, tidak berada dalam wilayah sungai dan pantai, kawasan hutan dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan)," ujarnya.

Lambertus berharap, dengan diserahkannya 59 sertifikat tanah milik Pemda Matim maka dapat menjadi kekuatan hukum untuk proses pembangunan Manggarai Timur dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Manggarai Timur. (Ando)

Editor: posflores33@gmail.com

Terkini

Rusia Kutuk Finlandia dan Swedia Undang ke NATO

Kamis, 30 Juni 2022 | 18:32 WIB

Ini Daftar 23 Jenderal yang Tinggalkan TNI

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:27 WIB

Cara Pakai WhatsApp Tanpa Kuota Internet

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:53 WIB
X