• Senin, 3 Oktober 2022

Aktifitas Galian C di Kecamatan Rana Mese, diduga Ilegal

- Senin, 8 Juni 2020 | 18:32 WIB
IMG-20200608-WA0017
IMG-20200608-WA0017

BORONG, POSFLORES.COM--Warga Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, mencium adanya konspirasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Timur dengan pemilik tambang. Pasalnya keberadaan tambang pasir (galian c) di Kampung Liang Leso dan Ikong Kilo tersebut disinyalir adanya mafia karena telah terjadi alih fungsi lahan.

AS, salah satu warga Desa Watu Mori, kepada posflores.com, Senin, 8 Juni 2020 mengatakan bahwa, pada tahun 2009 Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, telah alokasikan lahan tersebut untuk penerima bansos persawahan (kelompok tani arjuna) yang diketuai oleh Kanisius Agung (alm).

"Kadis pertanian yang menjabat saat itu adalah pak Donatus Datur bersama Kabid Sarana Prasarana, Servas Ledo. Saat ini, ketika dia menjabat kepala Dinas Lingkungan Hidup, malah dialih fungsikan sebagai area tambang pasir alias galian c. Ada apa?. Dugaan saya galian c ini adalah aktifitas ilegal," kata AS.

Dikatakan AS, akses keluar masuk lokasi tambang pasir tersebut adalah jalan desa. Menurut AS, diduga antara pihak Pemerintah Desa dan pemilik tambang terjalin hubungan simbiosis mutualisme, tanpa ada dana yang masuk ke kas desa.

"Pihak Desa Watu Mori memfasilitasi jalan untuk aktifitas pertambangan. Namun dalam proses eksploitasi penambangan, tidak ada kontribusi terhadap PADes," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Timur Donatus Datur, kepada Posflores.com menjelaskan, Daerah Liang Leso di Desa Watu Mori adalah daerah tambang.

"Disana memang daerah tambang. Ada 2 kelompok yang mengantongi ijin. Salah satunya yaitu Yosep Ode. Ijin Amdalnya sebentar lagi dikeluarkan karena belum adanya kesepakatan antara Desa dengan pemilik tambang soal pemakaian jalan desa," jelas Datur.

Info yang diperoleh media ini dari para petani sekitar lokasi, hasil pertanian mereka akhir-akhir ini cendrung menurun, hal tersebut dikarenakan limbah dan asap serta debu AMPĀ  (aspal mixing plant). [Marselino Ando]

Editor: posflores33@gmail.com

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Sesali Tragedi 1 Oktober di Malang

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:47 WIB

Berikut Daftar Pelanggaran Dalam Operasi Zebra 2022

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:59 WIB

Polri Bakal Gelar Operasi Zebra Bulan Oktober Ini

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:51 WIB

Silakan Cek Batas Waktu Pendataan Tenaga Non-ASN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:18 WIB

KSTB Kembali Tembak 4 Warga Sipil di Papua Barat

Jumat, 30 September 2022 | 17:44 WIB

Gegara Wanita Emas, PDIP dan Demokrat Saling Sindir

Senin, 26 September 2022 | 06:40 WIB

Sah, Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional

Sabtu, 24 September 2022 | 16:26 WIB
X