• Senin, 3 Oktober 2022

Guru Penerima Insentif Di Matim Kecewa, Basilius Teto: Mohon Bersabar

- Jumat, 29 November 2019 | 14:36 WIB
WhatsApp Image 2019-11-29 at 14.28.27
WhatsApp Image 2019-11-29 at 14.28.27

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Manggarai Timur mengeluarkan pengumuman yang isinya ditujukan kepada Kepala Sekolah TK, SD, SMP Negeri se-kabupaten Manggarai Timur.

Isi pengumuman tersebut yakni  memerintahkan guru-guru di sekolah masing-masing khususnya guru penerima dana insentif tahun anggaran 2019, untuk segera mengambil rekomendasi pencairan dana insentif bulan Agustus hingga Oktober 2019.

Namun yang menjadi soal adalah, isi dari pengumuman tersebut mendapat sorotan tajam dari guru-guru penerima dana insentif.

Salah satu Guru  penerima dana insentif berinisial TL, kepada Posflores.com, Jumat 29 November 2019, mengaku tidak puas dengan pengumuman tersebut. Pasalnya, dalam surat tersebut tidak mencantumkan dana insentif mereka di bulan Juni dan Juli tahun 2019.

"Dalam pengumuman itu, kami diminta mengambil rekomendasi pencairan dana bulan Agustus sampai bulan Oktober. Bulan Juni dan Juli kok kami tidak terima.
Terus terang pak, kami sangat  kecewa. Sungguh sangat tidak masuk akal, bukankah Rancangan Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (RAPBD) sudah dibuat 1 thun anggaran? realisasinyakan sampai bulan Desember, tapi mengapa bayarnya setengah-setengah?" tandas TL.

Hal senada juga diungkapkan NK, salah satu guru muda yang mengaku tidak mendapatkan gaji selain bersandar pada dana insentif dari Pemda Manggarai Timur.

"Di sekolah tempat saya mengajar, teman-teman yang masih status guru honor, hanya mengharapkan gaji dari tunjangan tersebut. Dana dari komite tidak ada. Bahkan masih banyak teman-teman yang sudah lama mengabdi, tetapi tidak tercover namanya di Pemda. Sementara, orang yang baru mengajar ada namanya. Ini kan tidak adil," ujar NK.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas P dan K Matim, Basilius Teto, melalui sambungan telephone menjelaskan bahwa, untuk tahun ini  Pemda mengalami keterbatasan dana. Pencairan insentif akan kembali normal di tahun 2020.

"Kita keterbatasan anggaran untuk tahun ini. Tetapi saya pastikan tahun 2020, akan kembali normal. Guru-guru dimohon bersabar," jelas Teto.

Dihubungi terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, Salesius Medi, kepada posflores.com menegaskan bahwa, hak-hak Guru honor harusnya diakomodir, terpenuhi dan tidak boleh terpotong.

"Intinya hak mereka (guru) itu harus dibayar. Tidak ada alasan untuk tidak dibayar. Satu haripun, keringat mereka harus dibayar", tegasnya.

Salesius Medi juga meminta guru-guru yang ada di Kecamatan Kota Komba, agar menolak menerima  tunjangan tersebut yang sedianya dilakukan di SMPN 12 Kisol. Dia menyarankan agar langsung mendatangi kantor dinas terkait, untuk menanyakan alasan dan kejelasan yang sesungguhnya.

"Saya meminta guru-guru yang ada di Kecamatan Kota Komba agar datang langsung menerima di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, untuk menanyakan alasan mendasar yang sejelas-jelasnya. Bila perlu mengutus dua atau tiga orang perwakilan guru untuk datang langsung di kantor DPRD, supaya kami panggil kepala dinas terkait," kata Medi.

Untuk diketahui, kurang lebih puluhan orang guru pada hari ini (29/11) mendatangi SMPN 12 Kota Komba di Kisol, guna mengambil rekomendasi pencairan dana insentif tahun anggaran 2019.(*)

Editor: posflores33@gmail.com

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Sesali Tragedi 1 Oktober di Malang

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:47 WIB

Berikut Daftar Pelanggaran Dalam Operasi Zebra 2022

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:59 WIB

Polri Bakal Gelar Operasi Zebra Bulan Oktober Ini

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:51 WIB

Silakan Cek Batas Waktu Pendataan Tenaga Non-ASN

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:18 WIB

KSTB Kembali Tembak 4 Warga Sipil di Papua Barat

Jumat, 30 September 2022 | 17:44 WIB

Gegara Wanita Emas, PDIP dan Demokrat Saling Sindir

Senin, 26 September 2022 | 06:40 WIB

Sah, Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional

Sabtu, 24 September 2022 | 16:26 WIB
X