• Kamis, 26 Mei 2022

Ini Efek Samping Vaksin Covid–19 Moderna

- Kamis, 5 Mei 2022 | 14:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KESEHATAN | Moderna merupakan salah satu vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia. Kini, distribusi vaksin Moderna di Indonesia sudah memasuki penggunaan dosis ke-3 atau booster. 

Vaksin Moderna dibuat menggunakan metode mRNA. Cara kerja vaksin mRNA yaitu memberikan informasi genetik kepada tubuh agar menghasilkan protein virus atau bakteri. Dalam hal ini, protein lonjakan yang ditemukan di permukaan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Informasi genetik protein SARS-CoV-2 yang diberikan vaksin mRNA pada tubuh memicu sistem imun memproduksi antibodi yang spesifik. Tubuh kemudian mengidentifikasi dan menyiapkan sistem pertahanan untuk melawan infeksi virus SARS-CoV-2 di kemudian hari. 

Data uji klinis menunjukkan, vaksin Moderna memiliki tingkat kemanjuran 94,1 persen dalam mencegah gejala COVID-19.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Serentak, Kapolri Ingatkan Pentingnya Vaksin Hadapi Omicron

Baca Juga: Ratusan Nakes di Matim Gagal Mendapat Vaksin Covid-19

Kendati begitu, terdapat pula efek samping vaksin moderna yang harus diketahui. Efeknya pun tidak selalu muncul pada setiap orang dan dapat dirasakan secara berbeda.

Efek Samping Vaksin Moderna yang Tergolong Umum

Beberapa efek samping umum atau reaksi vaksin Moderna adalah: 

• Demam
• Nyeri di bekas suntikan
• Bengkak pada lengan
• Nyeri otot
• Merasa lelah
• Kedinginan
• Mual
• Muntah
• Mengantuk
• Sakit kepala

Berdasarkan hasil uji klinis, deretan efek samping tersebut dilaporkan terjadi sekitar 2–3 hari pascapenyuntikan dosis kedua.

Catatan dari Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat mengungkapkan, nyeri di bekas suntikan merupakan reaksi paling umum yang dialami 92 persen peserta vaksinasi. Ada pula kondisi kelelahan yang dialami 70 persen peserta.

Efek lelah dan mengantuk pada peserta vaksinasi Moderna disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh yang tengah bekerja untuk membentuk antibodi.

Efek Vaksin Moderna yang Jarang Terjadi

Sementara itu, FDA juga mencatat efek samping vaksin Moderna yang jarang terjadi dan kecil kemungkinannya dialami peserta vaksinasi. Dua di antaranya yaitu miokarditis dan perikarditis.

Baca Juga: Manggarai Timur Akan Mendapat 2.920 Vaksin Penangkal Covid-19

Miokarditis merupakan kondisi peradangan di otot jantung. Sedangkan perikarditis adalah peradangan yang terjadi di bagian selaput jantung.

Kedua efek samping yang jarang terjadi ini dapat muncul selang beberapa hari pascapenyuntikan dosis kedua. Gejala lainnya, meliputi sesak napas, nyeri dada, dan jantung berdebar kencang.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), efek samping vaksin Moderna pada jantung paling sering terjadi pada remaja dan usia dewasa. Namun, sebagian besar pasien dapat cepat pulih setelah memperoleh pengobatan.

Selain miokarditis dan perikarditis, vaksin Moderna dianggap dapat menyebabkan sejumlah efek samping langka lainnya.

Efek samping ini disinyalir terjadi akibat tubuh merespons kandungan bahan-bahan tertentu di dalam vaksin. Berikut efek samping yang dapat terjadi:

• Pembengkakan kelenjar getah bening ketiak
• Anafilaksis (alergi parah)
• Sulit bernapas
• Pembengkakan pada area bibir dan wajah yang pernah diinjeksi implan
• Radang tenggorokan
• Ruam di sekujur tubuh

Untuk itu, FDA sangat menganjurkan peserta vaksinasi Moderna yang mengalami efek samping berat agar melapor kepada dokter dan tenaga medis guna memperoleh penanganan lebih lanjut.

Editor: Ignasius Tulus

Sumber: klikdokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenis Hepatitis hingga Proses Pengobatannya

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:10 WIB

10 Cara Memutihkan Gigi Kuning

Senin, 9 Mei 2022 | 20:41 WIB

Ini Efek Samping Vaksin Covid–19 Moderna

Kamis, 5 Mei 2022 | 14:18 WIB
X