• Jumat, 20 Mei 2022

Waspada Terhadap Hepatitis Akut yang Menyerang Anak-anak, Ini Saran Kementerian Kesehatan

- Rabu, 4 Mei 2022 | 18:33 WIB
Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Istimewa )
Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Istimewa )

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak (15/04/ 2022).

Kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta, dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Baca Juga: 20 Ekor Babi Potong Asal Maluku Barat Ditahan Balai Karantina Pertanian Kupang

Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurunan kesadaran.

Saat ini, Kementerian Kesehatan RI sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

Baca Juga: Fransiskus, Bayi Penderita Hidrosefalus Membutuhkan Uluran Tangan

“Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," tutur dr. Nadia.

Halaman:

Editor: Oswaldus Jaya Budiman

Sumber: Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenis Hepatitis hingga Proses Pengobatannya

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:10 WIB

10 Cara Memutihkan Gigi Kuning

Senin, 9 Mei 2022 | 20:41 WIB

Ini Efek Samping Vaksin Covid–19 Moderna

Kamis, 5 Mei 2022 | 14:18 WIB
X