• Kamis, 6 Oktober 2022

Marsel Ahang: Gubernur Laiskodat Cukup Menggunakan Gaya Otoriter Kampungan

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 07:24 WIB
Marsel Nagus Ahang, SH (Dokumen Pribadi)
Marsel Nagus Ahang, SH (Dokumen Pribadi)

POSFLORES.COM | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah membatalkan penerapan tarfi masuk Taman Nasional Komodo Rp3.750.000 dan kembali diberlakukan tarif lama, Rp75.000 bagi wisatawan domestik dan Rp150.000 bagi wisatawan mancanegara, pada Senin 8 Agustus 2022.

Dalam penjelasan yang diberikan Kepala Dinas Pariwisata NTT Zet Sony Libing di Labuan Bajo, pembatalan tersebut merupakan dispensasi yang diberikan dalam tenggat waktu 6 bulang terhitung hingga 1 Januari 2022.

Menanggapi perubahan sikap yang diberikan pemerintah tersebut, Ketua LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat Mangarai Marsel Nagus Ahang, SH menilai bahwa Guberbur Viktor Bungtilu Laiskodat menggunakan gaya otoriter kampungan.

"Gubernur Laiskodat cukup menggunakan gaya otoriter kampungan," ujar Ahang kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Senin, 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Protes Masyarakat Membuahkan Hasil, Kebijakan Tarif Masuk TNK Rp3,75 Jt Ditunda Penerapannya

Baca Juga: Benang Merah Kasus Penembakan Brigadir J Mulai Terlihat, Kinerja Polri Mulai Terasa

Marsel geram dengan sikap Gubernur Laiskodat yang seperti preman kampungan.

"Cara penyelesaian sebuah masalah bukan dengan cara otoriter dan cara konspirasi pakai otot, sehingga mengorbankan anggota Polres Manggarai Barat dan Brimob Polda NTT untuk mengeretak para demonstran yang menolak kenaikan tiket," tegasnya.

Gaya GUbernur yang seperti itulah, menurut Marsel, membuat Labuan Bajo siaga satu darurat sipil dan berlaku militeristik, yang mirisnya harus terjadi di kota wisata super premium Labuan Bajo.

Halaman:

Editor: Yon Sahaja

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas Ferdy Sambo P-21, Seperti Apa Nasibnya?

Jumat, 30 September 2022 | 20:24 WIB

2 Pejabat Kemendag Jadi Tersangka Korupsi Gerobak

Kamis, 8 September 2022 | 19:52 WIB
X