• Selasa, 16 Agustus 2022

Marsel Ahang Mengutuk Kekerasan Aparat terhadap Demonstran

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:21 WIB
Aparat kepolisian dan Brimob Polda NTT  (Ist)
Aparat kepolisian dan Brimob Polda NTT (Ist)

 

MANGGARAI | Ketua LSM LPPDM, Marsel Nagus Ahang SH, yang biasa disapa Marsel Ahang mengutuk keras segala bentuk kekerasaan terhadap massa demonstran dari FORMAPP dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Marsel Ahang menilai tindakan aparat Kepolisian dan Brimob dari Polda NTT sangat sewenang-wenang kepada demonstran sebagaimana tampak dalam video yang beredar, pada Selasa 2 Agustus 2022.

Baca Juga: Tindakan Otoriter Polres Manggarai Barat dan Brimob Polda NTT Harus Ditinggalkan

"Apa yang dilakukan oleh Polres Manggarai Barat dan Brimob dari Polda NTT adalah bentuk dari sebuah pelanggaran aturan internal kepolisian," jelas Marsel Ahang kepada media ini via WhatsApp, pada Rabu (03/08/2022).

Atas nama Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM), Marsel Ahang menegaskan agar tindakan otoriter Polres Manggarai Barat dan Brimob Polda NTT harus ditinggalkan.

Baca Juga: Ditanyai Soal Kekerasan yang Dilakukan Aparat Kepolisian, Kapolres Mabar Hanya Bisa Jawab Ada Aksi Ada Reaksi

Menurut Marsel Ahang, pihak kepolisian mestinya berpedoman pada Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian.

"Penggunaan cara cara penyiksaan atau penganiayaan, dan pengancaman dalam memaksa pengampunan terduga tindak pidana, serta melarang tidak boleh aksi demo merupakan praktek kejam peninggalan masa Orde Lama dan otoriter yang harus ditinggalkan oleh Polri secara kelembagaan," tegas Marsel.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ungkap Kasus Brigadir J, Komnas HAM Punya Dua Tugas

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:20 WIB
X