• Selasa, 5 Juli 2022

Penasihat Zelensky Ungkap Bagaimana Ukraina Dapat Akhiri Perang Dalam Hitungan Bulan

- Senin, 20 Juni 2022 | 19:16 WIB
Sebuah kota di Rusia diserang pasukan KIEV (Ilustrasi AAA)
Sebuah kota di Rusia diserang pasukan KIEV (Ilustrasi AAA)

KIEV - Penasihat presiden Ukraina , Mykhailo Podolyak, meyakini perang di negaranya akan berakhir seiring datangnya pasokan langsung senjata dari Barat ke Kiev.

Dalam sebuah wawancara dengan France 24, Podolyak ditanya prediksinya tentang berapa lama perang akan berlangsung di Ukraina, setelah invasi skala penuh Rusia pada 24 Februari.

"Tidak mungkin untuk mengatakan ini dalam beberapa kata, tetapi kami memiliki konsensus di Ukraina tentang masalah ini," katanya.

"Jika kami menerima senjata berat dengan cukup cepat, perang tidak akan memakan waktu lebih dari tiga atau enam bulan lagi, dan jika semua persyaratan terpenuhi, kami berharap untuk merebut kembali wilayah kami," imbuhnya.

"Jika ternyata seperti ini, Rusia tidak akan lagi berada dalam posisi mengancam Eropa dan mengganggu," ujarnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (19/6/2022).

Podolyak mengatakan dia menyambut baik persatuan Eropa yang ditunjukkan oleh kunjungan minggu ini ke kota-kota Ukraina di Kiev dan Irpin dari para pemimpin Prancis, Jerman, Italia dan Rumania, tetapi pertunjukan dukungan ini perlu didukung oleh pasokan senjata berat.

"Kami berharap Ukraina akan menerima dukungan yang diperlukan untuk menahan diri melawan Rusia," ujarnya.

"Untuk mengakhiri perang ini dengan benar, kami membutuhkan pasokan persenjataan berat dari mitra kami, dan kami membutuhkan kekalahan militer Rusia di barat dan selatan," imbuhnya.

Meskipun pasukan Kiev telah melakukan perlawanan sengit terhadap Rusia, seruan dari Ukraina untuk lebih banyak senjata dari Barat semakin keras dalam beberapa pekan terakhir. Ukraina sendiri telah dijanjikan senjata standar NATO, termasuk roket canggih Amerika Serikat (AS).

Podolyak memberikan tuntutan khusus ke Barat, mengatakan bahwa pasukan Kiev membutuhkan 1.000 howitzer, 500 tank, dan 1.000 drone, di antara senjata berat lainnya. Minggu ini, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar mengatakan pasukan negaranya hanya memiliki sekitar 10 persen dari apa yang dibutuhkan.

Halaman:

Editor: Ferdinandus Lalong

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ukraina Serang Balik Pangkalan Rusia

Senin, 4 Juli 2022 | 17:16 WIB

Rusia Gempur Kota Mykolaiv

Minggu, 3 Juli 2022 | 12:46 WIB

Rusia Ancam NATO PD3, Ukraina Harus Nyerah

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:17 WIB

Lakalantas di Ruteng Dua Orang Meninggal Dunia

Minggu, 26 Juni 2022 | 21:43 WIB

Kasus Holywings Enam Orang jadi Tersangka

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:33 WIB

Putin Hadir Forum BRICS, Ada Apa?

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:33 WIB

Pemilik Senpi Ternyata Anggota Polri

Kamis, 23 Juni 2022 | 07:20 WIB
X