• Kamis, 26 Mei 2022

Cara Budidaya Tomat Agar Berbuah Melimpah, Tak Harus Ada Kebun Khusus

- Jumat, 29 April 2022 | 11:11 WIB
Ilustrasi Buah Tomat (Foto: Net)
Ilustrasi Buah Tomat (Foto: Net)

PERTANIAN | Hallo sahabat tani, bila anda memiliki rencana untuk budidaya tomat, sebaiknya terlebih dahulu anda harus mengetahui langkah–langkah budidaya tomat dari awal hingga panen.

Untuk melakukan budidaya tomat, anda tidak harus menyiapkan lahan atau kebun khusus. Budidaya tomat menggunakan pot adalah salah satu cara yang sangat mudah untuk anda lakukan.

Dilansir dari berbagai sumber pertanian, tanaman tomat adalah salah satu tanaman yang memiliki siklus hidup singkat, yaitu hanya berkisar antara 4 hingga 5 bulan saja. Dalam waktu 3 bulan saja, Anda sudah dapat memanen tomat yang Anda tanam. Untuk memulainya, berikut adalah langkah-langkah menanam tomat di dalam pot.

Baca Juga: Dorong Produktivitas Sektor Pertanian, Pemdes Golo Linus Salurkan 8000 Pohon Bibit Pala ke Masyarakat

1. Memilih Benih Terbaik

Tanaman tomat yang baik dan berkualitas berasal dari benih yang terbaik. Untuk menentukannya, anda perlu mengetahui dua cara mendapatkan benih ini.

Pertama, anda dapat membuat benih sendiri dari buah tomat. Caranya, siapkan buah tomat yang sudah tua atau matang. Pastikan buah tomat yang dipilih adalah buah yang baik, segar, tidak ada cacat, dan kepadatan bijinya merata. Pisahkan biji dengan daging buahnya, lalu bersihkan dengan air mengalir dan tiriskan.

Kedua, anda dapat mendapatkan biji tanaman tomat melalui pembelian di toko-toko tanaman hias. Pastikan biji yang dibeli bersertifikat dan bergaransi. Biji yang baik adalah biji yang tidak terapung saat direndam.

2. Menentukan Pot dan Media Tanam

Dalam menanam tomat di dalam pot atau polybag, anda dapat memilih ukuran yang cocok dengan ukuran tanaman tomat pada umumnya, yakni 60 liter dengan tinggi 50 cm, sedangkan varietas tomat kecil dapat ditanam di dalam pot berukuran 30 cm. Untuk itu, sebaiknya anda memilih pot berbahan tanah liat yang memiliki sirkulasi udara dan air yang baik.

Untuk memilih media tanam, hindari mengambilnya dari tanah di pekarangan rumah karena tanaman bisa rentan penyakit. Dilansir dari Wikihow.com, tanah pot serbaguna merupakan media tanam yang bagus, tetapi anda juga bisa mencampurnya dengan perlit, peat moss sphagnum, dan kompor untuk meningkatkan drainase, serta memberi nutrisi tambahan.

Baca Juga: Konservasi SDM dan Prinsip Sistem Pertanian, Oleh JPIC SVD Ruteng

3. Penyemaian Tanaman Tomat

Kemudian, lakukan penyemaian biji di tempat yang sejuk. Metode penyemaian dapat dilakukan di polybag. Usahakan penyemaian tidak terkena sinar matahari langsung dan hujan. Siram media semai dengan secukupnya air dengan teratur untuk menjaga kelembapan tanah. Setelah benih tumbuh dan berusia 14 hari, anda dapat memberikan sedikit pupuk untuk merangsang pertumbuhan lebih lanjut.

4. Pemindahan Bibit Tomat

Setelah tanaman tomat berusia 1 bulan, Anda dapat memindahkannya ke dalam pot untuk ditanam. Cara pencabutan bibit dari media semai perlu dilakukan secara perlahan agar akar bibit tomat tidak rusak. Jika perlu, sirami terlebih dahulu media semai agar bibit mudah dicabut. Jika sebelumnya Anda menggunakan polybag, Anda dapat menyobek polybag dan memindahkannya langsung. Jangan lupa untuk menambahkan media tanam baru ke dalam pot.

5. Perawatan

Setelah tanaman pot dipindah, anda dapat memberikan perawatan seperti tanaman pada umumnya. Namun, tanaman tomat tidak terlalu membutuhkan air yang banyak, tetapi tidak dapat mentolerir kekurangan air. Anda dapat menyiraminya secara teratur sebanyak dua hari sekali saja.

Sementara pemupukan dapat dilakukan pada masa satu minggu setelah pembibitan. Pupuk diberikan sebanyak satu genggam tangan saja. Selanjutnya, anda dapat memberikan pupuk setiap bulan atau bila tanaman terlihat kurang subur.   

Anda juga perlu memberikan penyangga dari tongkat bambu atau kayu agar batang tomat bisa tumbuh secara tegak. Upayakan untuk rutin memangkas tunas baru yang tumbuh agar proses pembuahan tomat semakin cepat.

Baca Juga: Camat Kota Komba Utara Dukung Kegiatan Badan Penyuluh Pertanian

Baca Juga: Harga Komoditas Pertanian di Manggarai Timur Cukup Stabil, Cengkih Mengalami Kenaikan

6. Pencegahan Hama dan Penyakit

Demi mencegah datangnya hama dan penyakit, anda dapat menggunakan fungisida atau insektisida alami. Anda juga perlu rajin–rajin memangkas bagian tanaman yang rusak agar tak menulari bagian yang lain.

Anda juga dapat memasang jaring nilon di sekeliling pot tanaman. Ini berfungsi sebagai penahan serangga seperti ulat tomat dan walang sangit.

7. Pemanenan

Tanaman tomat dalam pot dapat dipanen kurang lebih setelah 3 bulan. Ini bergantung dengan varietasnya. Kriteria tomat yang siap dipanen adalah yang telah berwarna merah atau hijau kekuningan ketika tepi daun terlihat kering dan batang menguning.

Buah tomat ini tidak matang dengan serempak, maka anda perlu melakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali. Waktu pemetikan paling baik dilakukan saat pagi atau sore hari.

Editor: Ignasius Tulus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X