• Jumat, 20 Mei 2022

Tarian Vera dan Ekspresi Kehidupan Sosial Masyarakat Rongga

- Sabtu, 23 April 2022 | 10:13 WIB
Peserta tarian Vera berpose bersama (Istimewa )
Peserta tarian Vera berpose bersama (Istimewa )

MANGGARAI TIMUR -- Indonesia negara kaya akan potensi sumber daya alam dan juga keindahan panorama alam yang indah,  membentang dari sabang sampai Merauke. Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya dengan aneka ragam bahasa, budaya, adat-istiadat dan juga tradsisi. Tradisi merupakan kearifan lokal yang patut dipelihara, dijaga, diwariskan dan dilestarikan. Sebab, tradisi merupakan kompas bagi masyarakat dalam dinamika kehidupan sehari-hari antar sesama, lingkungan dan wujud tertinggi.  

Dalam ingatan saya dan juga catatan jejak digital di facebook, Prokopim Manggarai Timur  gencar memberi  informasi kepada publik bahwa tarian Vera masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2021 dalam kategori  atraksi  budaya. Tarian Vera itu sendiri merupakan jenis tari kelompok yang berasal dari etnis Rongga. Bentuk penyajian tarian lebih dari dua orang atau lebih, laki-laki dan perempuan dalam satu kelompok. Ekspresi gerak maknawi melalui ritme hentakan kaki, cara memegang tangan untuk penari wanita dan juga nyanyian dalam bahas rongga sesuai dengna tema acara.

Baca Juga: Gubernur NTT : Ilmu Pengetahuan adalah Kunci untuk Pembangunan Masa Depan

Melalui gerak dalam tarian Vera, mengungkapkan ekspresi kehidupan sosial masyarakat etnis Rongga. Seperti kerja sama, gotong royong, yang diekspresikan lewat ritme hentakan kaki dan tangan. Esensi dari tarian vera itu sendiri memiliki fungsi keterkaitan dengan budaya Rongga, sejarah, adat istiadat, lingkungan, alam dan sistem kepercayaan etnis Rongga. Oleh karena itu Tarian Vera bersifat holistik.

Saya bangga, karena tarian Vera dari masyarakat etnis Rongga punya kedudukan (martabat) yang sejajar dengan tarian yang ada di  daerah-daerah lain  di Indonesia. Selanjutnya, setelah diumumkan bahwa tarian Vera masuk nominasi API 2021, aktivitas tarian Vera mulai dimasukan dalam pelajaran muatan lokal khusus sekolah-sekolah yang ada di kecamatan Kota Komba Selatan. Seperti yang ada di zona keluarahan Watunggene, Desa Komba, Kelurahan Tanah Rata dan Desa Bamo. Salah satunya ada di sekolah penggerak SMPN Satap Munde desa Komba. Untuk diketahui SMPN Satap Munde terletak di Dusun Munde, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba Selatan. Ada dua etnis di desa Komba yakni etnis Kolor dan Rongga yang memiliki bahasa berbeda. Sebagian guru dan siswa/i di SMPN Satap Munde berasal dari dua etnis tersebut. 

Baca Juga: Pipa Masuk Angin, Warga Desa Golo Pari Mengadu Ke DPRD Matim

Seperti yang dipentaskan hari ini (Jumat, 22/4/2022) tetesan tradisi tarian Vera dari budaya etnis Rongga ditampilkan dengan sempurna oleh siswa/I kelas IX SMPN Satap Munde, desa Komba, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur pada kegiatan ujian praktek mata pelajaran Seni Budaya. Tujuan utama dalam ujian praktik Seni Budaya ini agar siswa/I SMPN Satap Munde mampu mengembangkan potensi dan kompetensi dengan  mengekspresikan diri secara kreatif melalui gerak, tari, nyanyian yang bernilai nilai estetik dari tarian daerah NTT salah satunya tarian Vera.

“Tradisi tarian Vera yang merupakan kearifan lokal suku Rongga lambat laun hanya tinggal nama. Apalagi tarian Vera satu-satunya tarian yang paling unik di dunia. Maka dari itu, saya selaku pimpinan di sekolah ini, melalui musyawarah guru dan orang tua siswa menjadikan tarian Vera sebagai projek utama sekolah penggerak. Tugas dari guru pendamping adalah mendampingi siswa/i,  menggali kearifan lokal, mewawancara orang tua/narasumber, melatih hingga tarian ini benar-benar bisa dipentaskan menjadi kebangaan generasi,” ungkap Robertus Yani S.Pd kepsek SMPN Satap Munde.

Baca Juga: Puan Maharani: Aplikasi PeduliLindungi Bermanfaat Bagi Masyarakat dan Tidak Melanggar Privacy

Halaman:

Editor: Oswaldus Jaya Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X