• Jumat, 19 Agustus 2022

Tokoh Adat Nggoer dan Lenteng Desak PT BRL Lanjutkan Aktivitas Galian C di Golo Mori

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:03 WIB
Kondisi lokasi normalisasi kali di Nggoer Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat oleh PT. BRL (Roby )
Kondisi lokasi normalisasi kali di Nggoer Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat oleh PT. BRL (Roby )

MANGGARAI BARAT | Aktivitas Galian C tiba-tiba berhenti, dua tokoh adat Golo (Tua adat) dari Nggoer dan Lenteng, Desa Golo Mori mendesak PT. Bunga Raya Lestari (PT BRL) untuk segera melanjutkan galian yang tidak tuntas.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustajib saat ditemui di Labuan Bajo, pada Kamis (04/08/2022). Ia menjelaskan bahwa pihaknya merasa dirugikan jika PT BRL tidak melanjutkan aktivitas galian C yang sudah dimulai. Hal ini disebabkan ada kesepakatan antara masyarakat setempat dengan PT BRL.

Baca Juga: Tanggapan Moderator Musik Liturgi Seminari Ledalero Soal Koor yang Nyanyikan Lagu Pop saat Perayaan Ekaristi

Kata Mustajib, bahwa ada beberapa poin kesepakatan dengan PT BRL yakni melakukan rehabilitasi jalan dari Kampung Tao menuju Kampung Nggoer, dan juga menyatakan siap membantu untuk membangun dua rumah ibadah yakni, Kapela dan Masjid.

Selain itu, melakukan galian parit dan kesepakatan yang terakhir yakni menormalisasi kali hingga ke muara.

Baca Juga: Tarif ke TNK Naik Tanpa Dasar Hukum, Pemerintah dianggap Sedang Berhalusinasi

"Kalau boleh jujur, kami sangat senang dengan kehadiran PT BRL ini. Karena dengan hadirnya PT BRL di Golo Mori, sejumlah jalan sudah diperbaiki. Kehadiran PT BRL di Golo Mori saya rasa senang karena disitu ada saling butuh. Kita meminta empat kesepakatan waktu itu dan mereka sanggup. Kesepakatannya waktu itu ada empat poin yaitu rehabilitasi jalan dari Kampung Tao menuju Kampung Nggoer.

Normalisasi kali karena kami punya kali itu memang dangkal, kalau banjir itu masuk kampung. Kemudian gali parit kalau kerja sudah selesai. Dan yang keempat bangun rumah ibadah ada Kapela dan Masjid," ungkapnya.

Menariknya, Tua Golo Nggoer ini mengaku kesal dengan pernyataan Hasan yang membuat PT BRL berhenti beraktivitas. Menurutnya, Hasan tidak pernah tahu soal bagaimana awal mula kesepakatan antara Masyarakat Golo Mori, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, dan aparat desa setempat membangun kerja sama dengan PT BRL dengan menyepakati 4 poin yang dinilai sangat menguntungkan masyarakat Golo Mori.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepercayaan Baru di NTT, Kilat dari Timur

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:36 WIB
X