• Jumat, 19 Agustus 2022

Unjuk Rasa di Labuan Bajo, Angelo Wake Kako: Naikan Harga Tiket Sewajarnya

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:07 WIB
Anggota DPD RI, Angelo Wake Kako (Dokpri )
Anggota DPD RI, Angelo Wake Kako (Dokpri )

JAKARTA | Anggota DPD RI, Angelo Wake Kako meminta aparat kepolisian untuk tidak boleh melakukan tindakan represif terhadap peserta demonstrasi dalam rangka menolak kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK).

Hal itu ia sampaikan sebagai respons atas dugaan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan saat aksi unjuk rasa di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, pada Senin (01/08/2022).

Baca Juga: Boikot Layanan Pariwisata, Wisawatan Asing Dijemput dengan Mobil Pemda

Aksi ini bersamaan dengan pemberlakuan kebijakan kenaikan tarif menuju TNK dari sebelumnya hanya Rp150.000,00 per orang menjadi Rp3,750 juta per orang per tahun.

Tidak hanya memberlakulan kenaikan tarif, Pemerintah Provinsi NTT juga membatasi jumlah wisatawan yang datang ke pulau yang dihuni Komodo tersebut sebanyak 200 ribu orang saja setiap tahun.

Dari beberapa video dan foto yang beredar luas di media sosial tampak aksi bentrok antara para demonstran dengan aparat saat aksi unjuk rasa berlangsung di kota ujung barat Pulau Flores itu.

Baca Juga: Sandiaga Uno: untuk masyarakat yang ingin melihat komodo disediakan kawasan pulau rinca

Akibatnya, beberapa orang dari massa aksi dari para pelaku wisata mengalami luka baik di bagian pelipis, kepala maupun bagian alis. Selain mengalami luka, tiga orang dari massa aksi  ditahan aparat keamanan dari Polres Mabar.

"Aparat keamanan tidak boleh melakukan tindakan represif, sebab unjuk rasa dilindungi Undang-Undang. Saya sampaikan apresiasi kepada teman-teman pelaku pariwisata yang menyampaikan apresiasi dengan cara berunjuk rasa secara damai," ujar Angelo kepada awak media, Senin sore.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepercayaan Baru di NTT, Kilat dari Timur

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:36 WIB
X