• Jumat, 20 Mei 2022

Lorens Beos: Pengamalan Pancasila di Manggarai Timur Mengecualikan Orang Mondo

- Rabu, 20 April 2022 | 12:39 WIB
Lorensius Beos (baju merah) dan beberapa warga dari Kampung Mondo saat beraudiens dengan anggota DPRD Matim (Foto: Ignas Tulus)
Lorensius Beos (baju merah) dan beberapa warga dari Kampung Mondo saat beraudiens dengan anggota DPRD Matim (Foto: Ignas Tulus)

MANGGARAI TIMUR | Tokoh masyarakat Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Lorensius Beos, menilai pengamalan sila kelima Pancasila di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu mengecualikan masyarakat di Kampung Mondo.

Katanya, penilaian itu muncul lantaran selama ini Pemda Matim selalu mengabaikan Kampung Mondo saat ada pembangunan misalnya seperti pembangunan jalan dan pembangunan jaringan listrik.

"Coba Pak Dewan bayangkan hanya untuk mengisi arus Handphone saja kami harus keluar uang Rp. 20.000 untuk bayar ojek ke Longko. Padahal kampung kami menjadi titik koordinat tengah dari Lehong. Belum ada listrik begitupun dengan jalan. Itulah yang kami sangat sedih. Minta maaf, saya boleh mengatakan bahwa pelaksanaan pengamalan pancasila di Kabupaten Manggarai Timur lebih khusus sila kelima selalu mengecualikan orang Mondo. Itulah yang dilakukan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Kami selalu dikecualikan. Sehingga kami minta agar bapak–bapak dewan membantu kami masyarakat Mondo agar menyuarakan kesedihan kami ke Pemda Matim," kata Lorensius saat beraudiens dengan Anggota DPRD Matim, Selasa (19/04/2022) kemarin.

Lorensius menyebutkan, saat ini Kampung Mondo masih dalam keadaan yang sangat terpuruk karena belum dialiri penerangan listrik PLN dan juga belum ada pembangunan jalan yang merata di Kampungnya itu.

Katanya, Beberapa kampung yang sedesa dengan Kampung Mondo saat ini sudah menikmati pembangunan dari Pemda Matim.

Editor: Ignasius Tulus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X