Hati Lamber Patah di Pelataran Kampus

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 23:19 WIB
Ilustrasi laki-laki galau  (Facebook Waldus Budiman )
Ilustrasi laki-laki galau (Facebook Waldus Budiman )


OLEH: Kasianus Roin


Lamber sudah selesai kuliah. Tapi ia tidak mau pulang kampung dan memilih untuk bekerja. Keputusannya sudah sangat matang. Ia pun bekerja sebagai staf kantor koperasi harian yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pendapatannya lumayan.

"Pada intinya saya bisa makan dan minum tanpa harus menjadi beban orang tua saya," gumamannya dalam hati. Setiap hari Lamber bekerja dengan senang hati atas tugasnya sebagai staf kantor.

Lamber sudah memasuki tahun kelima di kota tempat ia belajar. Senang sekali ketika melihat Lamber seperti ini. Sebab setau saya duluh di bangku SMA, Lamber terhitung siswa yang paling nakal pada masanya. Sering kedapatan bolos, di skors, bahkan hampir saja dikeluarkan dari sekolah.

Lamber sudah dewasa dalam berpikir maupun dalam bertindak. Lamber sudah mandiri. Betapa senang menjadi orang tua si Lamber.
Empat tahun Lamber sibuk menyelesaikan studi akhirnya dan tahun ini Lamber bekerja sesuai pilihanya. Ia terbilang pekerja keras dilihat dari performanya. Tidak hanya bekerja keras, Lamber juga tidak mudah jatuh cinta, maka tidak salah lagi kalau ia tidak punya pacar semasah kuliahnya.

Kini Lamber sudah punya pacar. Kebetulan si Enu (nona) sapaan kesayangan Lamber adalah adik tingkat Lamber di Kampus. Mungkin ini juga alasan mengapa Lamber semangat dan betah di sini. Entalah...!

Hubungan keduanya begitu romantis. Kemana pun Lamber pergi pasti si enu ikut. Sepulang kerja Lamber tidak pernah lupa singgah di kosnya enu. Hal ini sering dilakukannya. Keduanya setia dalam kata menjalani hubungan tersebut.

Malam Minggu pun tidak mereka lalui dengan begitu saja. Keduanya sering jalan-jalan berdua menikmati suasana malam sambil berbagi cerita. Lamber bercerita soal kerjanya dan si enu pun tidak mau diam menceritakan soal liku-liku jadi seorang mahasiswi.

Sore kembali menyapa dengan ramanya petanda malam akan datang. Biasanya hari Sabtu, Lamber pulang kerja agak cepat. Karena mungkin akhir pekan atau tugasnya tidak begitu banyak. Sebelum pulang tak lupa Lamber mengabari enu kalau nanti malam mereka akan pergi mengikuti acara syukuran wisudah teman angkatanya duluh.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pulang Kampung dan Puisi Lainnya

Selasa, 10 Januari 2023 | 17:35 WIB

Claudia dan Amore Sincero

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:55 WIB

Puisi-puisi Indra Gamur, Tanpa Aba-aba

Sabtu, 17 Desember 2022 | 21:47 WIB

Puisi-puisi Andju Haman, Penyairku Sedang Gundah

Sabtu, 17 Desember 2022 | 20:29 WIB

Halaman Rumput Masa Depan

Selasa, 13 Desember 2022 | 05:43 WIB

Di Rumah Impianmu Saya Menunggu dan Menulis Puisi

Selasa, 13 Desember 2022 | 05:32 WIB

30 Tahun Berlalu, Mengenang Bencana di Flores

Senin, 12 Desember 2022 | 11:38 WIB

Pada Tumpukan Kitab Tuhan Aku Meminta Restu

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:48 WIB

Malam Terakhir

Selasa, 29 November 2022 | 13:36 WIB

Kaka Brasil, Kalau Ade Dukung Siapa?

Kamis, 24 November 2022 | 20:21 WIB

Gadis Desa, Aku Jatuh Cinta

Rabu, 23 November 2022 | 15:07 WIB

Ingat Ema, Puisi-puisi Hendra Uran

Senin, 21 November 2022 | 08:51 WIB

Nona dari Watohari

Minggu, 20 November 2022 | 20:27 WIB

Puisi-puisi Onsi GN

Sabtu, 19 November 2022 | 20:45 WIB

Surga yang Singgah di Kapela

Sabtu, 19 November 2022 | 20:00 WIB

Gadis Berprestasi

Minggu, 13 November 2022 | 20:32 WIB

Puisi-puisi Kasianus Roin, Dia yang pernah ada

Rabu, 9 November 2022 | 20:00 WIB

Ibu, Siapa? - Puisi-puisi Kandy No

Selasa, 8 November 2022 | 07:37 WIB
X