• Selasa, 16 Agustus 2022

Selepas Jubah Kau Menjadi Luka

- Minggu, 3 Juli 2022 | 19:19 WIB
Ilustrasi  (Net )
Ilustrasi (Net )

Oleh: WALDUS BUDIMAN

“Aku melihat dengan mataku sendiri. Dia sudah mengandung anak dari mantannya.”

Sepotong kalimat ini pernah dimuat pada story WhatsApp-nya. Waktu itu tepat dua tahun mereka menjalin kasih jarak jauh (LDR). Suatu perjuangan yang berat.

Anji tahu itu. Berkorban adalah pilihan yang menjadi keputusannya. Berkorban dalam bentuk apa saja, terutama mengenai pertemuan yang terus menghantui pikirannya. Berbagai imajinasi liar tentang pertemuan terus menggelora membakar pikiran. Dan itu semua hanya fiksi.

Anji pernah menulis demikian, “Jika memang aku ditakdirkan untuk bersamanya, maka tidaklah sia-sia kami terkungkung dalam rindu. Dan itu semua akan aku ceritakan kepada anak dan cucuku nanti”.

Memang cinta LDR hanya sebatas khayalan semata, tapi bukan berarti semua mereka yang LDR demikian. Barangkali, bagi mereka yang mencapai pelaminan akan bersorak riang. Tapi tidak berlaku bagi Anji. Seorang pemuda dengan gelar sarjana filsafat, predikat cum laude, ternyata tidak demikian dalam menjalin asmara.

Memang benar, filsafat membantu kita untuk berpikir kritis mengenai situasi sekitar kita, apa pun itu, mungkin juga tentang asmara. Tapi Anji sudah mencap dirinya sebagai seorang pemuda yang gagal dalam dunia asmara.

“Aku pemuda yang jalang di antara yang malang. Aku pemuda yang merana di antara makhluk yang paling fana. Aku gagal menjadi aku oleh kebutaanku pada asmara. Biarkan itu menjadi dosaku.” Tulis Anji pada diary-nya.

Anji berkomitmen untuk menghapuskan segala kenangan, apa saja, khususnya dengan Veve.

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wacana Putri - Cerpen Miki Moruk

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:19 WIB

Jeda - Maria Cey

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:42 WIB

Minggu Pagi, Puisi-puisi Risto Jomang

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:53 WIB

Sajak Rindu, Puisi-puisi Ocha Alexandra

Jumat, 5 Agustus 2022 | 10:33 WIB

Secangkir Kopi Untuk Tuhan

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:41 WIB

Nyanyian Kematian_Cerpen Nino Eni

Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:52 WIB

Bagaimana Luka Bisa Dieja?

Rabu, 3 Agustus 2022 | 09:58 WIB

Perihal Pastor Tua dan Mimbar Kesayangannya

Senin, 1 Agustus 2022 | 17:22 WIB

Perempuan yang Harus Pergi Malam Ini

Jumat, 29 Juli 2022 | 23:37 WIB

Hamil di Luar Nikah: Bukan Kutuk tetapi Berkat

Jumat, 29 Juli 2022 | 12:03 WIB

Ibu, Sebuah Puisi

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:45 WIB

Jangan Jadi Aku

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:56 WIB

Setia yang Terluka: Ini Puisi, Bukan Curhat

Selasa, 26 Juli 2022 | 07:14 WIB

Puisi-puisi Ocha Alexandra

Sabtu, 23 Juli 2022 | 20:39 WIB
X