• Selasa, 5 Juli 2022

Hilangnya Mendung di Langit Rumah

- Minggu, 19 Juni 2022 | 15:21 WIB
Mendung  (Ilustrasi )
Mendung (Ilustrasi )

  Oleh: AFRIANA 

“Dalam Nama Bapa dan Putera Dan Roh Kudus.” Suara itu begitu menggema dan memaksa umat memusatkan perhatiannya pada panti Imam. Hari ini langit begitu cerah suara-suara indah nan merdu dari burung-burung gereja seperti bunyi musik Klasik. Koor luar biasa dari para muda-mudi Paroki dalam Gereja sangat mencuri perhatian. Ada sesuatu yang sangat menarik baginya sebagai seorang Pastor. Kali itu hari minggu pertama di tugaskan sebagai Pastor pembantu di Paroki Itu.

Baru beberapa menit ia membaca Khotbahnya, Umat merasa ada yang yang menarik. Ada sesuatu yang mirip antara Pastor dan Ibu itu. Semua bersepakat ada yang kemiripan antara Ibu dan Pastor tetapi sang Ibu tidak mempedulikan hal itu. Ia tetap menatap Panti imam dengan sangat serius mendengar khotbah sembari sesekali tersenyum menatap sang Iman.

Selang beberapa menit Misa selesai. Ia di beri kesempatan untuk memperkenalkan diri. Senyumannya begitu memikat. Wajah bulat berpadu pipi lesung membuat semuanya menjadi benar-benar jatuh hati terutama semua Kaum Hawa.

“ Nama Saya Arman” Ucapnya.

Setelah perkenalan Selesai Semua mencuri perhatian agar dapat berkenalan lebih dekat dengannya. Ada yang meminta untuk berfoto atau sekedar berjabat tangan. Terutama Para Muda-mudi Paroki.

Semua berkumpul di Pastoran Paroki.  Ada cara bersama OMK dan ada beberapa yang lainnya adalah pengurus Dewan Paroki. Mereka ingin sekali mengenalnya lebih dekat dan memintanya agar bisa menjadi Pastor Pembina OMK Paroki. Ia menerima tugas dengan senang hati dan meminta OMK agar mereka juga dapat bekerja sama. Acara begitu meriah, meski hanya membawa pertunjukan kecil-kecilan tetapi sangat menghibur.

Sudah Petang. Semua Pamit pulang hanya beberapa yang tersisah dari anak-anak OMK.

“Pater Saya Ardy, Kebetulan rumah dekat Gereja dan Mama juga bekerja sebagai Karyawan Paroki.”

Halaman:

Editor: Waldus Budiman

Artikel Terkait

Terkini

Selepas Jubah Kau Menjadi Luka

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:19 WIB

Enu dan Nana yang Berjubah

Minggu, 3 Juli 2022 | 11:04 WIB

Perempuan yang Terluka Berkalung Beban

Sabtu, 2 Juli 2022 | 14:13 WIB

Tentang Mama Tak Pernah Usai dan Selesai

Jumat, 1 Juli 2022 | 11:03 WIB

Eloi, Puisi-puisi Arnoldus Aliando

Senin, 27 Juni 2022 | 20:33 WIB

Pada Lukamu yang Sunyi

Senin, 27 Juni 2022 | 12:44 WIB

Air Mata Mama, Catatan di Ujung Pena

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:27 WIB

Menemukanmu setelah Perayaan Ekaristi

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:35 WIB

Kisah Rani

Sabtu, 25 Juni 2022 | 14:52 WIB

Air Mata Mama, Catatan di Ujung Pena

Rabu, 22 Juni 2022 | 18:01 WIB

Berkat Doa Ibu

Rabu, 22 Juni 2022 | 13:54 WIB

Gadis Kota Dingin

Senin, 20 Juni 2022 | 22:26 WIB

Doa Seorang Pelacur, Catatan di Ujung Pena

Senin, 20 Juni 2022 | 19:33 WIB

Surat Cinta untuk Aisya

Minggu, 19 Juni 2022 | 18:34 WIB

Hilangnya Mendung di Langit Rumah

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:21 WIB

Perempuan yang Menangis dalam Tubuh Pastor Pedro

Sabtu, 18 Juni 2022 | 22:22 WIB

Buku, Puisi-puisi Helena Deci

Senin, 30 Mei 2022 | 09:22 WIB

Mimpi Kenyataan yang Tertunda

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:41 WIB
X